SuaraSoreang.id - Malang nian nasib Asib Ali, orang India yang beberapa hari ini viral karena lamarannya ditolak oleh keluarga sang kekasih.
Kisahnya viral setelah video menangisnya beredar di media sosial, begini kronologi yang sesungguhnya dari pengakuan Asib Ali.
Ia datang ke Indonesia tanpa miliki kenalan satu pun, Asib Ali nekat jauh-jauh dari daratan Punjab ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Aksi beraninya didasari dari rasa cinta yang mendalam Asib Ali kepada gadis Wajo yang tak lain adalah kekasih pemuda tersebut.
"Nggak ada yang kenal sama sekali dia (orang Indonesia), kenalnya cuma sama cewek itu," ungkap Akash yang saat ini menolong Asib Ali untuk tinggal sementara di rumanya selama berada di Indonesia, Sabtu (25/2/2023).
Berdasarkan keterangan Akash, Asib telah tiba di Indonesia sejak tanggal 13 Februari 2023 lalu.
Berbekal pesan dari sang kekasih, pemuda itu terbang sendirian ke Jakarta dan menunggu petunjuk selanjutnya ke rumah pacaranya.
"Sampai Jakarta, ceweknya ngechat dia,'cepatlah ke sini ayang, buru-buru beli tiket ke Makassar'," jelas Akash lagi.
Asib yang tidak bermain sosial media dan tidak mengerti aplikasi lain untuk memesan tiket atau sekadar memesan kendaraan online lain, sempat kebingungan.
Baca Juga: Kerusuhan Berdarah di Wamena, Polda Papua Tangkap 13 Orang Terduga Pelaku
Selain itu, permasalahan lain adalah Asib hanya bisa berbahasa India dan Arab. Sehingga saat berkomunikasi dengan kekasihnya, mereka menggunakan aplikasi terjemahan sehingga bisa saling mengerti maksud masing-masing.
Sebelum memutuskan untuk berangkat, lelaki yang bekerja di Arab Saudi selama 5 tahun itu, ia sudah mencoba meyakinkan sang kekasih terkait keseriusannya.
Sang pacar mengatakan bahwa ia serius dan abang gadis itu pun bersedia menjemput Asib saat tiba di bandara Makassar.
"Si cewek itu beneran sayang sama dia, ceweknya ikutan jemput dia (Asib) di bandara. Trus ketahuan abangnya, nggak tau gimana tiba-tiba hp ceweknya direbut abangnya. Terus memblokir nomor dia, terus bawa adiknya balik ke rumah," kata Akash.
Selama tiba di Makassar dan ditinggal sendirian, Asib terlantar berjam-jam karena komunikasi dengan sang kekasih terputus dan dia tidak mengerti untuk membeli kartu provider di Indonesia.
Ia hanya sabar menunggu ada orang yang menjemputnya di bandara dengan keyakinan bahwa sang kekasih akan datang bersama abangnya, seperti yang telah dijanjikan.