Imbas Resesi Seks, 2 Murid di Jepang Ini Akhir dari Nasib Sekolahnya

soreang

Kamis, 06 April 2023 | 22:07 WIB
Imbas Resesi Seks, 2 Murid di Jepang Ini Akhir dari Nasib Sekolahnya
Dua murid yang bernama Eita Sato dan Aoi Hoshi menjadi lulusan terakhir di SMP Yumoto yang akan ditutup secara permanen saat tahun ajaran berakhir. (Tiktok/Dikasih Info (tangkapan layar))

SUARA SOREANG - Fenomena tidak biasa terjadi di Jepang, dua murid yang bernama Eita Sato dan Aoi Hoshi menjadi lulusan terakhir di SMP Yumoto yang akan ditutup secara permanen saat tahun ajaran berakhir.

Mereka berdua adalah satu-satunya lulusan SMP Yumoto yang terletak di daerah pegunungan di utara Jepang. Sekolah yang telah berusia 76 tahun ini akan tutup untuk selamanya setelah tahun ajaran berakhir.

Fenomena ini terjadi akibat angka kelahiran di Jepang mengalami penurunan secara drastis. Perdana menteri Jepang, Fumio Kishida telah menjanjikan langka-langkah untuk meningkatkan angka kelahiran termasuk kebijakan anggaran terkait dengan anak.

Angka kelahiran di Jepang terus-menerus anjlok, menjadi rekor terendah. Perkiraan pemerintah menyebutkan, jika dropopulasi menjadi lebih awal delapan tahun dari yang diharapkan.

Dilansir dari Japan Today menyebutkan jika, kelahiran jatuh di bawah 800.000 pada tahun 2022, menjadi rekor terendah baru.

Menurut perkiraan pemerintah dan delapan tahun lebih awal dari yang diperkirakan, memberikan pukulan telak bagi sekolah-sekolah negeri yang lebih kecil yang sering kali menjadi jantung kota dan desa.

Sekitar 450 sekolah ditutup setiap tahun, menurut data pemerintah. Antara tahun 2002 dan 2020, hampir 9.000 sekolah tutup untuk selamanya, sehingga menyulitkan daerah-daerah terpencil untuk menarik murid-murid baru yang berusia lebih muda.

Karena angka kelahiran di Jepang turun lebih cepat dari yang diperkirakan, penutupan sekolah semakin meningkat terutama di daerah pedesaan, penurunan angka kelahiran merupakan masalah baru bagi negara bagian Asia.

Biaya Membesarkan anak yang terbilang tidak sedikit membuat angka kelahiran di negara-negara Asia seperti Korea Selatan dan China mengalami penurunan, namun di Jepang situasi menjadi sangat kritis.

baca juga

Langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan upaya yang dilakukan oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk meningkatkan angka kelahiran dengan melipatgandakan anggaran untuk kebijakan yang berhubungan dengan anak dan upaya untuk menjaga lingkungan pendidikan, hanya sedikit yang dapat membantu sejauh ini. (*)

Sumber: Tiktok/Dikasih Info

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HEI Schools Senayan Hadirkan Kurikulum Finlandia untuk Ciptakan Ruang Belajar Anak yang Menyenangkan

HEI Schools Senayan Hadirkan Kurikulum Finlandia untuk Ciptakan Ruang Belajar Anak yang Menyenangkan

Jakarta | Kamis, 06 April 2023 | 19:48 WIB

Jepang Ramah Introvert, WNI Bukber Ditegur Polisi

Jepang Ramah Introvert, WNI Bukber Ditegur Polisi

Soreang | Kamis, 06 April 2023 | 14:00 WIB

Mengenal Seijin no Hi, Perayaan Menyambut Kedewasaan di Jepang

Mengenal Seijin no Hi, Perayaan Menyambut Kedewasaan di Jepang

Your Say | Kamis, 06 April 2023 | 13:50 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×