SUARA SOREANG - Nama Dokter Wayan kini jadi perbincangan publik.
Pasalnya dokter Wayan yang tinggal seorang diri menempati rumah yang berantakan dan penuh sampah.
Meski demikian disebutkan beberapa pasien masih mengunjungi kediamannya untuk berobat.
Usai viral di media sosial dan disambangi berbagai konten kreator, kediaman dokter Wayan pun dibersihkan secara gotong royong.
Berbagai pemberitaan mengenai hal tersebut pun mencuat, termasuk narasi bahwa ditemukan brankas di rumah dokter Wayan dan bikin mantan Bupati Karawang, Dedi Mulyadi, kaget.
"GOSIP ARTIS HARI INI ! DOKTER WAYAN MENYIMPAN BRANKAS, DEDY MULYADI SHOCK MELIHATNYA, BANG BREW TV" tulis judul konten YouTube kanal Chayla TV yang diunggah Jumat (5/5/2023).
Konten tersebut dilengkapi thumbnail yang memperlihatkan sejumlah uang dengan tulisan, "ISINYA BIKIN KAGET".
Benarkah klaim tersebut?
CEK FAKTA
Berdasarakan penelusuran klaim judul dan thumbnail konten YouTube tersebut menyesatkan.
Baca Juga: Komisi Eropa Putuskan Penghentian Penyelidikan Antisubsidi Produk Fatty Acid dari Indonesia
Dalam video konten berdurasi 8 menit 17 detik tersebut tidak menampilkan tayangan ditemukannya brankas di kediaman dokter Wayan.
Video tersebut hanya berisi kolase foto dokter Wayan yang tengah viral yang diambil dari beberapa akun TikTok.
Selain itu informasi yang disampaikan narator tak membahas mengenai penemuan brankas di rumah dokter Wayan.
Informasi dalam konten tersebut hanya membacakan artikel berjudul, "Keluarga Dokter Wayan Muncul Usai Rumah Kumuhnya Viral, Tak Izinkan Praktik di Karawang Lagi" yang dimuat sebuah media online.
Sementara informasi lainnya identik dengan artikel berjudul "Dinkes Akan Musnahkan Obat dan Alat Medis di Rumah Dokter Wayan" yang dimuat sebuah media online Kamis (4/5/2023).
Kesimpulan klaim ditemukannya brankas di rumah dokter Wayan oleh kanal YouTube Chayla TV adalah hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini adalah konten cek fakta soreang.suara.com, dibuat seakurat mungkin dengan sumber yang jelas namun tetap memungkinkan konten ini berpotensial salah informasi.
Publik dipersilakan memberikan komentar dan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email [email protected]. (*)