SUARA SOREANG - Pernyataan Dewi Perssik kembali kontroversial, kali ini mengenai gaji calon suaminya, Rully, yang disebutnya bisa mencapai Rp200 juta sebagai pilot.
Keraguan muncul dari akun TikTok yang menyatakan bahwa suaminya yang juga pilot belum pernah mendapatkan gaji melebihi Rp100 juta.
Dewi Perssik lantas membela pernyataannya melalui live Instagram, menjelaskan bahwa gaji pilot terdiri dari beberapa komponen.
Dia mengklarifikasi bahwa gaji Rully yang mencapai Rp200 juta terjadi karena tugas terbang ke luar negeri yang berulang kali dilakukan.
Meskipun tidak ada jawaban yang jelas mengapa seseorang pamer gaji pasangannya, ada konsekuensi negatif yang mungkin terjadi jika hal itu dilakukan. Inilah beberapa di antaranya:
Kecemburuan
Melansir laman refinery29, memamerkan gaji pasangan dapat menimbulkan perasaan cemburu secara finansial, terutama jika pasangan berpenghasilan jauh lebih rendah.
Hal ini dapat menciptakan ketidakseimbangan kekuatan dan menyebabkan ketegangan dalam hubungan.
Privasi dan kepercayaan
Berbagi informasi keuangan pribadi tanpa persetujuan dapat menjadi pelanggaran privasi dan kepercayaan.
Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan kerentanan, terutama jika informasi tersebut dibagikan secara publik di media sosial.
Perbandingan sosial
Menurut Investopedia, membagikan gaji pasangan dapat menimbulkan perbandingan sosial dan perasaan tidak mampu pada orang lain.
Hal ini dapat berkontribusi pada budaya materialisme dan pencarian status, yang dapat membahayakan kesehatan mental seseorang.
Implikasi karier
Berbagi gaji dengan pasangan dapat berdampak pada karier, terutama jika informasi tersebut dibagikan kepada rekan kerja atau atasan.
Hal ini dapat menimbulkan persepsi pilih kasih atau nepotisme dan memengaruhi reputasi profesional seseorang, menurut laman Stylist.
Penting untuk menghormati privasi pasangan dan tidak membagikan informasi keuangan pribadi tanpa persetujuannya.
Pasangan harus melakukan percakapan yang terbuka dan jujur tentang uang dan bagaimana mereka ingin menangani keuangan dalam hubungan mereka. (*)