SUARA SOREANG - Membeli mobil bekas untuk aktivitas sehari-hari bisa jadi pilihan saat dana yang tersedia terbatas.
Namun calon pembeli harus mewaspadai, diantaranya jika mobil bekas yang dijual pernah terendam banjir.
Membeli mobil bekas yang pernah terendam banjir dapat menimbulkan efek jangka panjang pada performa dan keamanan mobil.
Berikut adalah beberapa efek jangka panjang yang mungkin terjadi jika membeli mobil bekas yang pernah terendam banjir dilansir dari beragam sumber
Masalah kelistrikan
Melansir laman Lending Tree, air dapat merusak sistem kelistrikan mobil, termasuk aki, alternator, dan kabel.
Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk masalah pada lampu mobil, power window, dan komponen kelistrikan lainnya.
Masalah mekanis
Kerusakan akibat banjir dapat menyebabkan masalah pada sistem mekanis mobil, termasuk mesin, transmisi, dan rem.
Air dapat menyebabkan karat dan korosi, yang dapat menyebabkan keausan dini dan kegagalan pada komponen-komponen ini.
Kerusakan interior
Air dapat merusak interior mobil, termasuk jok, karpet, dan dashboard.
Baca Juga: Cak Imin Gak Diajak, Airlangga Sebut Pemilihan Nama Koalisi Indonesia Maju Dibuat Spontan
Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan lumut, yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dan gangguan kesehatan.
Masalah keamanan
Menurut The Car Connection, kerusakan akibat banjir dapat mengganggu keamanan mobil, karena dapat mempengaruhi rem, kemudi, dan suspensi mobil.
Hal ini dapat membuat mobil lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Nilai jual kembali
Kerusakan akibat banjir dapat mengurangi nilai jual kembali mobil secara signifikan, karena pembeli sering kali ragu untuk membeli mobil dengan riwayat kerusakan akibat banjir.
Hal ini dapat mempersulit penjualan mobil di kemudian hari.
Singkatnya, membeli mobil bekas yang pernah terendam banjir dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap performa, keamanan, dan nilai jual kembali mobil tersebut.