SUARA SOREANG - Penembakan tragis terhadap dua penggemar sepak bola Swedia di Brussels menjelang pertandingan kualifikasi Euro 2024 antara Belgia vs Swedia menjadi sorotan utama.
Melansir laman GOAL, pelaku bernama Abdesalem Lassoued (45 tahun) akhirnya tewas ditembak oleh polisi di Schaerbeek.
Peristiwa mengerikan ini mengguncang pusat kota Brussels dan mendapat perhatian internasional.
Korban, warga Swedia, menjadi target serangan berdasarkan kewarganegaraan mereka, menurut Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo.
"Dua penggemar Swedia telah meninggal dunia. Orang ketiga dalam masa pemulihan dari luka parah," ungkapnya, mengutuk tindakan tak masuk akal itu.
Stadion King Baudouin, tempat pertandingan dijadwalkan, menjadi saksi kepanikan para penggemar setelah mengetahui insiden tersebut.
Mereka terpaksa menunggu di dalam stadion hingga dini hari saat penyelidikan dimulai.
Para pemain, ofisial, dan penggemar ditahan di dalam stadion dengan langkah-langkah keamanan tambahan.
Will Still, manajer Reims, yang berada dalam stadion, menggambarkan situasi sebagai tidak masuk akal.
Baca Juga: Rayakan 50 Tahun Berkarier Christine Hakim, Madani IFF 2023 Putar 3 Film Lawasnya
"Kami masih terkunci di dalam stadion, tanpa jalan keluar. Semuanya begitu kabur," ujarnya dikutip Rabu (18/10/2023).
Victor Lindelof, pemain Manchester United dan Swedia, mendukung keputusan untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Dia memuji tim keamanan atas tindakan cepat mereka.
"Belgia sudah lolos dan kami tidak punya alasan untuk bermain," ungkap Lindelof.
Pelatih kepala Swedia, Janne Andersson, menyatakan ketidakpercayaannya dan menjelaskan bahwa para pemain sepakat untuk tidak melanjutkan pertandingan sebagai tanda penghormatan kepada para korban. (*)