Array

Tommy: Aturan Baru BWF Bikin Atlet Rentan Cedera

Jum'at, 07 Desember 2018 | 11:20 WIB
Tommy: Aturan Baru BWF Bikin Atlet Rentan Cedera
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. [Humas PBSI]

Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto turut menyoroti sistem baru yang diterapkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk tahun 2018 hingga 2021 mendatang.

Seperti diketahui, BWF telah menerapkan dua dari tiga aturan baru untuk periode 2018-2021. Antara lain mengenai perubahan servs dan kuota minimal jumlah turnamen yang harus diikuti atlet dalam satu musim.

Aturan baru ini sejatinya telah menuai protes dari banyak pihak. Namun untuk aturan kedua, banyak atlet yang baru merasakan dampak perubahan tersebut, termasuk Tommy Sugiarto.

"Ya pasti ada dampaknya, karena kita tidak sempat mempersapkan diri di beberapa turnamen, karena waktunya tidak banyak," ujar Tommy saat dihubungi Suara.com, Kamis (6/12/2018).

Tommy yang tahun ini sudah mengikuti 17 turnamen BWF World Tour menyebut aturan minimal 12 turnamen, membuat tenaga para atlet terforsir.

Di samping itu, para pebulutangkis jadi tak memiliki persiapan yang cukup karena jadwal yang terlampau padat.

"Apalagi ada beberapa turnamen yang waktunya sangat padat (berdekatan). Itu banyak pemain yang jadi rentan cedera. Karena memang mereka terforsir habis untuk mengikuti turnamen-turnamen yang ditentukan. Banyak rentetan tur di 2018 ini," ujar putra legenda bulutangkis Icuk Sugiarto tersebut.

Saking padatnya turnamen yang harus diikuti pada tahun ini, Tommy mengaku sampai rela untuk tak berlatih bersama klubnya, Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC).

Karena jadwal yang padat, dirinya lebih memilih menyewa GOR PB Jaya Raya Metland Puri, yang berlokasi dekat tempat tinggalnya di Kota Tangerang.

Baca Juga: 10 Akun Olahraga Indonesia Paling Populer di Twitter 2018

"Saya di GOR PB Jaya Raya itu nyewa, seperti orang-orang. Klub saya itu ISTC Klub Sukabumi. Saya pilih GOR ini karena dekat dengan rumah saya. Karena kalau saya ke Sukabumi aksesnya terlalu jauh, padahal banyak turnamen yang cuma berselang satu minggu," ujar Tommy.

Selain masalah padatnya waktu, Tommy juga menyebut aturan minimal 12 turnamen yang harus diikuti, cukup memberatkan dirinya sebagai pemain non-pelatnas yang menggunakan modal sendiri dalam mengikuti semua turnamen.

Jika dirinya absen atau mundur dari salah satu turnamen yang telah ditentukan BWF, maka biaya penalti 5 ribu dolar AS (sekitar Rp 72,5 juta) harus dibayarnya secara pribadi.

"Seperti sekarang sudah di track (ditentukan turnamennya) seperti ini. Kalau saya enggak ikut turnamen, penaltinya saya yang bayar sendiri. Sekarang (kalau absen) di superseries—BWF World Tour—denda 5 ribu dolar AS dan pemain independen (non-pelatnas) juga kena," tukas Tommy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI