Suara.com - Pebulutangkis tungal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, mengaku cukup puas dengan kiprahnya di 2018. Meski hanya meraih satu gelar juara, putra legenda bulutangkis Icuk Sugiarto itu, menyebut prestasinya sepanjang tahun ini sudah sesuai target.
Tommy Sugiarto merupakan pebulutangkis Indonesia yang memilih jalur independen atau non-pelatnas dalam mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis Internasional.
Meski begitu, penampilan pebulutangkis 30 tahun itu terbilang konsisten. Dari 19 turnamen yang diikutinya sepanjang tahun, Tommy mampu meraih satu gelar juara di Thailand Masters 2018.
Selain itu, konsistensi permainannya membuat Tommy berhasil bertengger di peringkat sembilan dunia, mengalahkan pemain pelatnas PBSI, Jonatan Christie yang berada dua strip di bawahnya.
"Untuk tahun 2018 memang masuk target ya, tapi ada beberapa turnamen yang tidak sesuai target. Seharusnya bisa juara, tapi ternyata tidak," ujar Tommy Sugiarto.
![Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/12/11/40891-tommy-sugiarto.jpg)
Beberapa hasil turnamen yang disebut Tommy kurang memuaskan adalah saat turun di Thailand Open dan Korea Open 2018. Dalam dua turnamen level Super 500 itu, Tommy harus puas menjadi runner-up.
Di Thailand Open dirinya kandas dari wakil Jepang, Kenta Tsuneyama. Sementara di Korea Open Tommy tersungkur oleh wakil Taiwan, Chou Tien Chen.
Tommy berharap kiprahnya tahun ini bisa lebih baik. Dirinya ingin kembali meraih gelar sekaligus meningkatkan peringkat demi bisa lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.
"Ya 2019 ingin bisa lebih baik. Ingin menaikan peringkat dunia saya," tukasnya.
Pada kalender bulutangkis 2019, turnamen terdekat yang akan dijalani Tommy Sugiarto adalah Malaysia Masters 2019. Turnamen berlevel Super 500 itu akan berlangsung pada 15-20 Januari mendatang.