Segera Gantung Raket, Debby Susanto Akui Kangen Bulutangkis

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Debby Susanto harus mengakhiri karir dengan kekalahan di babak pertama Indonesia Masters 2019, Selasa (22/1/2019) di Istora Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Debby Susanto harus mengakhiri karir dengan kekalahan di babak pertama Indonesia Masters 2019, Selasa (22/1/2019) di Istora Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]

Juara All England 2016 ini bangga akan prosesnya bermain tepok bulu selama 17 tahun

Suara.com - Indonesia Masters 2019 menjadi turnamen terakhir Debby Susanto sebagai pebulutangkis profesional. Jelang detik-detik menutup karir, pebulutangkis spesialis ganda campuran itu menyatakan masih kangen cabang olahraga yang digelutinya itu.

Sebagai catatan, selain Liliyana Natsir, Debby Susanto juga memutuskan gantung raket usai gelaran Indonesia Masters 2019. Keduanya bakal resmi pamit dari dunia tepok bulu pada akhir Januari 2019.

"Dari bangun tidur saja pasti kangen. Biasanya bangun tidur itu langsung latihan, istirahat, latihan lagi. Jadi semuanya akan saya rindukan," ujar Debby Susanto di Istora Senayan, Jakarta.

"Apalagi dari kecil sudah merantau. 17 tahun di bulutangkis, semua halnya pasti akan dikangenin. Istora juga pasti dikangenin, tak ada yang lebih dari ini," imbuhnya.

Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Debby Susanto [Suara.com/Arief Apriadi].
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Debby Susanto [Suara.com/Arief Apriadi].

Kiprah Debby Susanto di turnamen terakhirnya tak berjalan dengan baik. Berbeda dengan Liliyana Natsir yang berhasil melaju ke babak kedua bersama Tontowi Ahmad, langkah Debby Susanto yang berpasangan dengan Ronald Alexander justru langsung terhenti di babak pertama.

Meski mengakhiri karir dengan torehan kurang manis, Debby Susanto tetap mensyukuri apa yang selama ini telah didapatkannya. Menurutnya, proses lebih penting ketimbang hasil akhir.

"Memang ada yang belum tercapai (hingga saya pensiun), saya ingin mendapatkan medali Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Namun saya tidak mau fokus pada hal-hal itu, saya puas dengan hasil saya dari nol hingga sekarang. Tidak hanya hasil, akan tetapi proseslah yang lebih saya banggakan," imbuh Debby Susanto.

Selama 17 tahun berkarir di dunia bulutangkis profesional, Debby Susanto telah mempersembahkan banyak gelar bergengsi bagi Indonesia. Antara lain medali emas SEA Games 2013 dan 2015, medali perunggu Asian Games 2018, serta gelar juara All England 2016.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS