Liliyana Pensiun, Greysia : Dia Legenda dan Ikon Bulutangkis Indonesia

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Liliyana Pensiun, Greysia : Dia Legenda dan Ikon Bulutangkis Indonesia
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, dalam acara konferensi pers Indonesia Masters 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). [Humas PBSI]

Greysia menyadari, pensiunnya Liliyana Natsir disatu sisi bakal menjadi kerugian bagi PBSI.

Suara.com - Pebulutangkis putri Indonesia, Greysia Polii mengaku sudah mengenal sosok Liliyana Natsir sejak kecil. Sama-sama tinggal di Manado, Sulawesi Utara, Greysia punya banyak kenangan dan kesan tentang partner Tontowi Ahmad yang akhir Januari nanti resmi pensiun.

Greysia (31) dan Liliyana (33) memang tak terpaut jauh secara usia. Karier keduanya di Pelatnas PBSI pun serupa, dimulai sekitar 17 tahun lalu.

Berlatih bersama dalam jangka waktu yang lama di Pelatnas PBSI, membuat Greysia tahu betul bagaimana sosok Liliyana, yang dimata para pebulutangkis junior sudah menjadi seorang legenda dan panutan.

"Banyak kenangan dari sama-sama di Manado. Kami SD bareng, saya kenal dia dari kecil walaupun beda kelas," ujar Greysia Polii di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1).

Menurut Greysia, Liliyana adalah sosok pebulutangkis tangguh. Memiliki karier yang panjang nan berprestasi jadi bukti bahwa Butet—sapaan akrab Liliyana—punya motivasi yang tinggi terhadap bidang yang dicintainya.

"Saya lihat dia, secara keinginan dalam berkarier betul-betul tahu apa yang dirinya mau. Kalau ingin juara dia akan kejar, dan itu dilakukannya secara konsisten," ujar Greysia Polii.

Greysia menyadari, pensiunnya Liliyana Natsir disatu sisi bakal menjadi kerugian bagi PBSI.

Sebab, sektor ganda campuran akan kehilangan sosok pemimpin yang handal memberikan motivasi.

"Ada karakter Liliyana yang juga bisa membangkitkan partner-nya. Jiwa itu yang saya rasa adik-adik harus punya, jiwa yang tak pernah mau puas dengan pencapaian," ujar rekan main Apriyani Rahayu tersebut.

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, di ajang Malaysia Masters 2019. [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, di ajang Malaysia Masters 2019. [Humas PBSI]

Lebih jauh, Greysia menilai keputusan pensiun merupakan hak pribadi seorang atlet.

Khusus untuk Liliyana Natsir, Greysia menganggap pensiun akhir Januari nanti merupakan hal yang tepat.

Selama 17 tahun karier profesionalnya, Liliyana disebut Greysia sudah memberikan jasa luar biasa bagi bulutangkis Indonesia.

Pensiun di umur 33 dengan segudang prestasi, disebutnya adalah hal yang wajar dan berkesan.

"Hanya diri sendiri yang bisa mengatakan sudah cukup. Porsi Liliyana saya kira sudah pas. Dia sudah jadi legenda dan ikon bulutangkis Indonesia. Karena Butet lah, bulutangkis Indonesia jadi maju," tukasnya.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juara Indonesia Open 2018. Di final, Owi/Butet—sapaan akrab mereka—mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), 21-17 dan 21-8, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juara Indonesia Open 2018. Di final, Owi/Butet—sapaan akrab mereka—mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), 21-17 dan 21-8, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). [Humas PBSI]

Greysia Polii sendiri pernah mengatakan belum memiliki rencana untuk gantung raket dalam waktu dekat.

Bersama Apriyani Rahayu, dia ingin lebih dulu menjajal Olimpiade 2020 Tokyo.

Saat ini, Greysia/Apriyani tengah berjuang di gelaran Indonesia Masters 2019.

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak perempat final ganda putri, mereka akan menghadapi Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS