Menuju Olimpiade 2020, Indonesia Belum Punya Kartu AS di Ganda Campuran

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Menuju Olimpiade 2020, Indonesia Belum Punya Kartu AS di Ganda Campuran
Pasangan ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Pasangan ganda campuran yang dalam satu dekade terakhir menjadi tumpuan Indonesia, Tontowi/Liliyana 'bercerai'.

Suara.com - Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, menyebut sektor ganda campuran PBSI belum menemukan kartu AS atau pasangan yang tepat untuk memikul beban menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebagaimana diketahui, pasangan ganda campuran yang dalam satu dekade terakhir menjadi tumpuan Indonesia, yakni Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir resmi 'bercerai'.

Keduanya bercerai menyusul keputusan pensiunnya Liliyana Natsir usai berakhirnya Indonesia Masters 2019 pada, Minggu (27/1/2019) lalu.

Menrurut Christian Hadinata, dua pasangan ganda campuran PBSI saat ini, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, belum bisa memberikan penampilan stabil.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, lolos ke babak kedua Hong Kong Open 2018 usai menang atas wakil tuan rumah, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung, Selasa (13/11/2018). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia , Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, lolos ke babak kedua Hong Kong Open 2018 usai menang atas wakil tuan rumah, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung, Selasa (13/11/2018). [Humas PBSI]

Meski secara peringkat dunia sudah lumayan tinggi, yakni 14 dan 15, dari sisi prestasi, Christian Hadinata menganggap keduanya belum mencerminkan pasangan ganda campuran yang tepat untuk menggantikan Tontowi/Liliyana.

Hafiz/Gloria tercatat hanya meraih satu gelar juara yakni Thailand Open 2018. Sementara Praveen/Melati lebih buruk lagi, karena tak sekalipun membawa pulang trofi kemenangan.

"Ini masalahnya. Ya, sejauh ini memang kita belum punya kartu AS, jujur saja. Karena mereka masih labil banget, bisa bagus bisa tidak," ujar Christian Hadinata di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, saat menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di laga perdana Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, saat menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di laga perdana Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]

Selain belum stabilnya penampilan Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati, Koh Chris—sapaan akrab Christian—menyebut PBSI juga tengah dilanda masalah baru, yakni mencari sosok yang tepat untuk pasangan Tontowi Ahmad.

Christian Hadinata menyebut Tontowi Ahmad sejatinya masih punya potensi besar selepas ditinggal Liliyana Natsir.

Namun, hal itu tergantung apakah PBSI bisa mencari parnter yang tepat baginya.

"Tontowi kan punya pengalaman hebat. Tapi dari sisinya pun tak mudah. Karena dia nanti kepikiran partnernya seperti Butet—sapaan akrab Liliyana—terus," ujar Christian Hadinata.

"Yang harus dilakukan pelatih adalah intinya cari pasangan yang tepat untuk Owi—sapaan akrab Tontowi—karena Butet sudah mundur," tukasnya.

Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]
Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Tontowi Ahmad direncanakan akan berpasangan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow. Debut keduanya akan tersaji di turnamen Barcelona Spain Masters 2019 yang akan berlangsung pada 19-24 Februari mendatang.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS