Superliga Badminton 2019: Tanding di Kota Kelahiran, Anthony Grogi

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Superliga Badminton 2019: Tanding di Kota Kelahiran, Anthony Grogi
Pebulutangkis tunggal putra Musica Trinity, Anthony Sinisuka Ginting, usai mengalahkan tunggal putra asing Berkat Abadi, Brice Levedez, dalam penyisihan Grup A Djarum Superliga Badminton 2019 di GOR Sabuga, Bandung, Senin (18/2). [Humas PBSI]

"Sejak di pelatnas belum pernah lagi tanding di Bandung," kata Anthony.

Suara.com - Pebulutangkis nasional, Anthony Sinisuka Ginting turut ikut serta dalam ajang Djarum Superliga Badminton 2019 yang berlangsung di GOR Sasana Budaya Ghanesa (Sabuga), Bandung pada 18-24 Februari 2019.

Bertanding di kota kelahiran, atlet 22 tahun itu mengaku grogi. Anthony datang ke kota Bandung dengan membela panji tim Musica Trinity.

Di laga perdana babak penyisihan Grup A, Anthony berhasil mengalahkan tunggal putra Prancis, Brice Levedez yang di Superliga Badminton 2019 membela tim Berkat Abadi.

Anthony menjadi wakil pertama yang menyumbang poin bagi Musica. Pebulutangkis yang malang melintang di turnamen BWF World Tour itu menumbangkan Brice dengan skor 21-12 dan 21-17.

Kemenangan atas Brice bukan hanya menjadi modal positif bagi tim Musica. Namun juga menandai kembal berkompetisinya tunggal putra peringkat tujuh dunia itu ke Kota Kembang, setelah sekian lama menimba ilmu di Pelatnas PBSI.

"Tadi sempat tegang waktu mau masuk lapangan, karena ini pertama kalinya main lagi di Bandung. Mungkin sudah enam tahunan (tak berkompetisi di Bandung)," ujar Anthony dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Senin (18/2/2019).

"Sejak di pelatnas belum pernah lagi tanding di Bandung. Saya ingat dulu waktu masih kelas remaja-taruna, saya mengejar prestasi untuk masuk Pelatnas," ungkap Anthony.

Anthony masuk Pelatnas Cipayung sejak 2013 silam. Saat itu dirinya digadang-gadang sebagai penerus dinasti Taufik Hidayat, yang juga berasal dari klub SGS PLN yang saat ini dinaungi Anthony.

Selama berkarier di Pelatnas PBSI, pebulutangkis berdarah Batak itu sudah meraih beberapa gelar penting.

Diantaranya medali perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2014, medali perak Thomas Cup 2016 (beregu), medali perunggu Asian Games 2018 (perorangan), serta yang teranyar China Open 2018 Super 1000.

Anthony sendiri sudah menyiapkan mental saat tahu akan kembali tampil di kota kelahirannya.

Dirinya sadar, keikutsertaan pemain top nasional dan mancanegara bakal menarik animo masyarakat kota berjuluk Paris van Java tersebut.

"Sudah kepikiran sih akan ramai, karena yang datang kan pemain top, dan Indonesia turun full team," tukas Anthony Sinisuka Ginting.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS