Sri Wahyuni Hamil, Indonesia Andalkan Cantika di Kejuaraan Asia

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Sri Wahyuni Hamil, Indonesia Andalkan Cantika di Kejuaraan Asia
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, saat melakukan tes progres di Pelatnas angkat besi di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Cantika itu dia sudah cetak rekor dunia. Orang masih kecil tapi power-nya luar biasa," kata Djoko.

Suara.com - PB PABBSI telah menemukan calon pengganti lifter putri Sri Wahyuni Agustiani yang harus terdepak dari Pelatnas angkat besi lantaran tengah mengandung usai menikah pada Desember 2018 lalu.

Sosok yang akan menggantikan peran Sri Wahyuni dalam misi PB PABBSI mengamankan prestasi di Olimpiade 2020 adalah Windy Cantika Aisah.

Cantika, sapaan akrabnya, merupakan lifter junior berusia 16 tahun yang baru bergabung ke Pelatnas pada awal tahun ini.

Wakil Ketua PB PABBSI, Djoko Pramono menaruh harapan besar dipundak atlet kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut.

Meski masih junior, Cantika diharapkan mampu segera mengisi kekosongan nomor 49 kilogram yang ditinggalkan Sri Wahyuni.

"Cantika itu dia sudah cetak rekor dunia (angkatan snatch, clean & jerk dalam tes progres) di level junior. Itu dilakukannya dengan cara yang santai-santai saja," kata Djoko Pramono di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

"Orang masih kecil tapi power-nya luar biasa. Nah ini harapan-harapan saya adalah, untuk Sri Wahyuni pasti ada pelapis," sambungnya.

Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, saat melakukan tes progres di Pelatnas angkat besi di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, saat melakukan tes progres di Pelatnas angkat besi di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sebagai calon pengganti Sri Wahyuni, Cantika akan langsung mendapat ujian perdana.

Lifter yang kini masih duduk di bangku kelas dua SMA itu turut diikutsertakan PB PABBSI ke Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019 yang di Ningbo, China, 18-28 April mendatang.

Joko mengatakan pihaknya tak memberikan target khusus bagi Cantika di Kejuaraan Asia. Turnamen ini lebih dipandang sebagai sarana menambah jam terbang bagi Cantika, agar siap saat diturunkan pada SEA Games 2019 mendatang.

"Untuk sampai (juara) di SEA Games 2019 mungkin belum ya. Tapi kalau untuk mendapat medali saja saya rasa dia bisa," tukas Djoko.

Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono di Pelatnas angkat besi di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono di Pelatnas angkat besi di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sebagaimana diketahui, Cantika merupakan lifter putri kedua yang didorong untuk menggantikan Sri Wahyuni Agustiani yang merupakan peraih medali perak Olimpiade 2016. Nama pertama adalah Acchedya Jagaddhita.

Namun kiprah sang lifter di dunia angkat besi harus terhenti lantaran positif doping usai tampil di EGAT’s Cup International Weightlifting Championship pada 7-10 Februari 2019 di Chiang Mai, Thailand lalu.

Saat menjalani tes doping, International Weightlifting Federation (IWF) menemukan zat terlarang dalam sampel A milik Acchedya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS