Tunggal Putra PBSI Diminta Contoh Kedewasaan Lee Chong Wei dan Lin Dan

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Tunggal Putra PBSI Diminta Contoh Kedewasaan Lee Chong Wei dan Lin Dan
Pebulutangkis tunggal putra PBSI, Anthony Sinisuka Ginting, saat menghadapi kompatriotnya, Jonatan Christie. [Humas PBSI]

Jonatan Christie dan kolega diminta meniru dedikasi dan kerja keras tunggal putra elite seperti Lee Chong Wei dan Lin Dan.

Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti mengakui skuat tunggal putra Indonesia masih bermasalah dalam hal konsistensi dan kedewasaan bermain.

Demi memperbaiki penampilan, Jonatan Christie dan kolega diminta Susy untuk meniru dedikasi dan kerja keras tunggal putra elite seperti Lee Chong Wei (Malaysia) dan Lin Dan (China).

Lee Chong Wei dan Lin Dan bisa dibilang merupakan maestro sektor tunggal putra dunia. Hampir satu dekade keduanya mampu menjaga konsistensi penampilan di level tertinggi.

Skuat tunggal putra Indonesia sendiri memiliki dua nama yang digadang-gadang jadi tulang punggung Merah Putih di masa depan.

Selain Jonatan, pemain itu adalah Anthony Sinisuka Ginting. Namun, hingga kini penampilan keduanya masih terbilang angin-anginan.

Pebulutangkis tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei menghadapi pebulutangkis tunggal putra India Prannoy H.S pada pertandingan babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (15/6).
Pebulutangkis tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei menghadapi pebulutangkis tunggal putra India Prannoy H.S pada pertandingan babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (15/6).

Susy berharap, seiring berjalannya waktu Jonatan Christie maupun tunggal putra Merah Putih lainnya bisa tampil lebih dewasa.

"Mereka harus tahu kalau menang karena apa, kalau kalah karena apa. Dengan mengetahui itu, pola permainan, cara, dan strategi mereka akan lebih matang. Contohlah Lin Dan, Lee Chong Wei, maupun Chen Long," ujar Susy saat dihubungi Suara.com, Senin (8/4/2019).

Pebulutangkis tunggal putra Cina Lin Dan [AFP]
Pebulutangkis tunggal putra Cina Lin Dan [AFP]

Sebagai dua tunggal putra dengan ranking terbaik di Indonesia, Jonatan dan Anthony sejatinya belum banyak membuktikan diri.

Dalam beberapa tahun terakhir, keduanya masih minim gelar juara. Capaian terbaik Jonatan adalah medali emas Asian Games 2018 serta SEA Games 2017.

Sementara Anthony sempat merengkuh gelar juara BWF World Tour Super 1000 yakni China Open 2018.

"Mereka masih perlu kematangan dan kerja keras. Kita harap dengan berjalannya waktu Jonatan, Ginting, dan mungkin Vito (Shesar Hiren Rhustavito—red) bisa memantapkan dan mematangkan diri untuk bisa meraih gelar juara," ujar Susy.

"Hal itu penting untuk meningkatkan keperacyaan diri mereka. Karena tujuan utama yang paling besar pasti di Olimpiade," pungkasnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti usai konferensi pers jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/7). [Suara.com/Arief Apriadi]
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti usai konferensi pers jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/7). [Suara.com/Arief Apriadi]

Skuat tunggal putra Indonesia akan turun di gelaran Singapore Open 2019 yang berlangsung pada 9-14 April 2019.

Di turnamen BWF World Tour Super 500 itu, PBSI menurunkan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, dan Shesar Hiren Rhustavito.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS