Hamilton-Bottas Finis Satu-Dua, Mercedes Ulangi Sejarah 27 Tahun Silam

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Hamilton-Bottas Finis Satu-Dua, Mercedes Ulangi Sejarah 27 Tahun Silam
Driver asal Britania Raya, Lewis Hamilton (kiri) merayakan kemenangan tim bersama sang mitra, Valtteri Bottas dari Finlandia di F1 GP China 2019 [AFP/Wang Zhao].

Sukses yang dicetak Hamilton-Bottas (Mercedes), tak diimbangi Vettel-Leclerc (Ferrari).

Suara.com - Tim Mercedes mencatatkan sejarah spesial usai dua pebalapnya, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, kembali finis di posisi satu-dua di seri ketiga balap Formula One (F1) 2019 GP China, Minggu (14/4/2019).

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit International Shanghai, China itu, Lewis Hamilton sukses mencatatkan waktu tercepat 1 jam 32 menit dan 06,350 detik dalam 56 lap.

Hal itu sudah cukup untuk menasbihkan sang juara dunia F1 2018 itu sebagai kampiun GP China 2019 yang menjadi gelaran ke-1.000 dari balapan jet darat paling bergengsi di kolong langit ini.

Sementara, Valtteri Bottas harus puas diasapi Lewis Hamilton. Ia finis di posisi kedua setelah finis lebih lambat 6,552 detik dari Lewis Hamilton.

Hasil GP China 2019 ini sekaligus membuat Mercedes mencatatkan sejarah di mana dua pebalapnya berhasil finis di posisi satu-dua pada tiga seri perdana F1. Pencapaian itu mengulangi prestasi tim Williams yang berhasil melakukannya pada 1992, atas nama driver Nigel Mansell dan Riccardo Patrese.

Driver asal Britania Raya, Nigel Mansell (tengah), bersama juara kedua, Riccardo Patrese (kiri) dari tim sama, Williams, serta driver Jerman, Michael Schumacher di podium GP F1 Meksiko 1992 [AFP/Gerardo Magallon].
Driver asal Britania Raya, Nigel Mansell (tengah), bersama juara kedua, Riccardo Patrese (kiri) dari tim sama, Williams, serta driver Jerman, Michael Schumacher di podium GP F1 Meksiko 1992 [AFP/Gerardo Magallon].

Sebagaimana diketahui, pada dua seri sebelumnya, yakni GP Australia dan GP Bahrain, duo Mercedes turut mendominasi gelaran F1 2019 dengan selalu finis di posisi satu-dua.

Pada GP Australia yang merupakan seri perdana F1 musim ini, Valtteri Bottas mengangkangi Lewis Hamilton dan menjadi pilot jet darat tercepat.

Sementara di GP Bahrain, giliran Lewis Hamilton yang mengungguli rekan satu tim asal Finlandia itu.

Lewis Hamilton sendiri mengaku amat senang dengan hasil yang dicapainya. Dirinya bangga bisa mengukir sejarah bagi tim berjuluk The Silver Arrows itu.

"Ini memang bukan kemenangan paling mulus di akhir pekan, namun tetap saja menjadi hasil yang fantastis untuk tim," ujar Lewis Hamilton dilansir laman resmi Formula1, Minggu (14/4/2019).

"Berhasil meraih podium satu-dua merupakan hal yang benar-benar istimewa. Hal ini dimulai saat saya sukses membuat perbedaan, dan dari situlah sejarah tercipta," tandasnya.

Hasil cemerlang Mercedes sekaligus menjadi lampu kuning bagi tim rival terdekat mereka, yaitu Ferrari. Setelah tampil impresif di tes pra-musim, tim berjuluk The Prancing Horse ini justru melempem di tiga seri awal.

Pencapaian terbaik tim yang digawangi Sebastian Vettel dan Charles Leclerc itu adalah podium ketiga di GP Bahrain dan GP China hari ini.

Komentar

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS