Praveen / Melati Empat Kali Mentok di Final, PBSI Cari Solusi

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Praveen / Melati Empat Kali Mentok di Final, PBSI Cari Solusi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, lolos ke babak kedua Hong Kong Open 2018 usai menang atas wakil tuan rumah, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung, Selasa (13/11/2018). [Humas PBSI]

Teranyar Praveen/Melati gagal membawa pulang gelar di Australia Open 2019 pekan lalu.

Suara.com - Perkembangan pesat dialami pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sejak dipasangkan awal tahun lalu, mereka empat kali melaju ke babak final.

Namun, dari keempat final tersebut, tak satupun Praveen/Melati membawa pulang gelar. Teranyar di Australia Open 2019 pekan lalu.

Praveen/Melati takluk dari wakil China, Wang Yilyu/Huang Dong Ping, dengan skor 15-21 dan 8-21.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti mengatakan situasi yang dialami Praveen/Melati harus segera dicarikan solusi.

PBSI, kata Susy, akan membantu runner-up India Open 2018 dan 2019, serta New Zealand Open 2019 itu memecahkan kebuntuan meraih gelar.

"Yah itu salah satu ya. Itu yang menjadi target atau mungkin penasaran kita untuk bisa membantu lahirnya pemain elite," ujar Susy saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Bukan untuk membandingkan, tapi mungkin ini soal pengalaman ya. Seperti dulu Hendrawan, atau Fung Permadi, selalu final terus tapi tak tembus (hingga juara). Nah kita harus cari formula untuk bisa tembus ini," sambungnya.

Susy berharap masalah yang menghantui Praveen/Melati bisa segera dicarikan solusi.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti saat ditemui Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (17/6/2019). (Suara.com/ Arief Apriadi)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti saat ditemui Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (17/6/2019). [Suara.com/ Arief Apriadi]

Sebab, bersama Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen/Melati merupakan aset sektor ganda campuran saat ini.

"Memang di garis ini ada mungkin trauma. Seperti saat sampai final sudah negatif pikirannya jangan-jangan nanti akan kalah," beber Susy.

"Apakah masalahnya di situ, apakah mungkin memang itu seperti saking ingin juara jadi over. Jadi harus kita pecahkan itu," pungkasnya.

Praveen/Melati dijadwalkan akan mengikuti Indonesia Open 2019. Turnamen BWF World Tour Super 1000 itu digelar di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS