Wasit Pirang Estonia Minta Maaf dan Peluk Chou Tien Chen. Mengapa?

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Wasit Pirang Estonia Minta Maaf dan Peluk Chou Tien Chen. Mengapa?
Pebulu tangkis Taiwan Chou Tien Chen (kiri) dan pebulu tangkis Denmark Anders Antonsen (kanan) menjatuhkan diri ke lapangan seusai bertanding dalam final Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Tien Chen menjuarai Indonesia Open 2019 nomor tunggal putra usai mengalahkan Antonsen dengan skor 21-18, 24-26, dan 21-15 . [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A].

Wasit membuat keputusan mengecewakan, Chou Tien Chen malahan memeluknya akrab.

Suara.com - Iris Metspalu, umpire atau wasit yang memimpin laga final sektor tunggal putra Indonesia Open 2019 akhirnya meminta maaf kepada Chou Tien Chen, pemain tunggal putra asal Taiwan.

Iris Metspalu dan Chou Tien Chen di bandara Soekarno - Hatta [Twitter: Badminton Talk].
Iris Metspalu dan Chou Tien Chen di bandara Soekarno - Hatta [Twitter: Badminton Talk].

Permintaan maaf Iris Metspalu kepada Chou Tien Chen terjadi saat keduanya berjumpa di Bandara Soekarno-Hatta sebelum bertolak kembali ke negara masing-masing. Sebagaimana diunggah dalam laman sosial media Twitter tertanggal kemarin (22/7/2019).

Dalam perjumpaan itu, wasit pirang asal Estonia, Iris Metspalu secara langsung meminta maaf kepada Chou Tien Chen. Bahkan keduanya berpelukan akrab.

Sebagaimana diketahui, Iris Metspalu membuat keputusan kontroversial yang dinilai sangat merugikan Chou Tien Chen saat menghadapi Anders Antonsen (Denmark) di laga final, Minggu (21/7/2019).

Pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta itu, Iris Metspalu dinilai melakukan keputusan keliru yang merugikan Chou Tien Chen.

Kejadian itu terjadi saat laga memasuki game kedua, saat papan skor menunjukkan poin sama kuat 17-17. Saat tengah berduel di depan net, shuttlecock pukulan Chou mampu dibalikkan Anders Antonsen.

Namun, Chou melihat jika shuttlecock itu lebih dulu mengenai tangan tunggal putra Denmark, sebelum mampu dikembalikan.

Wasit bergeming dengan protes yang dilayangkan Chou. Antonsen pun tetap mendapat poin hingga unggul 18-17.

Kejadian itu membuat tunggal putra peringkat tiga dunia itu kecewa berat. Chou bahkan menunjukkan gesture kurang puas dengan memeluk erat raketnya.

Kekecewaan Chou turut tertuang di sesi konferensi pers usai laga. Pebulutangkis kelahiran 8 Januari 1990 ini mengaku kecewa dengan keputusan sang pengadil.

"Saya tak bisa mengontrol keputusan apakah itu poin untuk saya atau bukan. Namun saya bisa mengatur sikap saya dalam merespon hal itu," ujar Chou Tien Chen di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Meski merasa dirugukan, pebulutangkis 29 tahun itu pada akhirnya mampu keluar sebagai juara. Ia menekuk Anders Antonsen dalam pertarungan 91 menit dengan skor 21-18, 24-26, 21-15.

Ini merupakan gelar pertama Chou di Indonesia Open. Dan hasil itu turut membuatnya mencetak sejarah dengan menjadi tunggal putra Taiwan pertama yang mampu meraih gelar di turnamen bulutangkis paling prestisius di Indonesia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS