Suara.com - Pelatih sektor tunggal putra pelatnas PBSI, Hendry Saputra menilai anak latihnya masih tampil kurang konsisten merujuk hasil di Fuzhou China Open 2019 pekan lalu.
Tiga wakil yang tampil di turnamen BWF World Tour Super 750 tadi tampil kurang maksimal. Anthony Sinisuka Ginting takluk di babak pertama dari Ng Ka Long Angus (Hong Kong).
Sementara Shesar Hiren Rhustavito harus terhenti dari rekan sepelatnasnya, Jonatan Christie, dengan skor 18-21, 17-21.
Jojo (sapaan akrab Jonatan Christie) yang jadi satu-satunya wakil juga tak tampil baik. Ia kandas di perempat final dari Anders Antonsen (Denmark), dengan skor 16-21, 11-21.
"Kalau secara keseluruhan, saya lihat semuanya belum stabil. Dalam fokus penggunaan cara mainnya, dari baca perubahan lawan hingga pukulannya kurang tepat," ujar Hendry Saputra dalam rilis yang diterima Suara.com, Senin (11/11/2019).
![Pelatih Tunggal Putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra. [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/05/22/63552-hendry-saputra.jpg)
"Di sini saya lihat mereka belum matang, bukan tidak bisa main bagus, tapi ini perlu waktu. Untuk fisik dan stamina sudah oke," sambungnya.
Inkonsistensi penampilan Anthony dan kawan-kawan diharapkan Hendry Saputra bisa ditanggulangi saat mengikuti Hong Kong Open 2019 yang akan berlangsung pada 12-17 November mendatang.
Di babak pertama Hong Kong Open 2019, Anthony Sinisuka Ginting akan kembali berjumpa Ng Ka Long Angus. Jonatan Christie masih menanti calon lawan yang bermain di babak kualifikasi. Sedangkan Shesar ditantang, Chen Long, unggulan kelima dari Tiongkok.
"Pokoknya harus tetap fokus dalam target dan tujuan, harus bisa lebih stabil," ujar Hendry Saputra.
"Mereka harus lihat lagi rekaman main lawan, pelajari kelebihan dan kekurangannya. Yang nggak kalah penting adalah jaga kondisi badan dan ototnya supaya lebih siap," pungkasnya.