Herry Iman Pierngadi: Persaingan All England Lebih Berat dari Olimpiade

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Herry Iman Pierngadi: Persaingan All England Lebih Berat dari Olimpiade
Kontingen Tim Bulu tangkis Indonesia di All England 2019 di Birmingham, Inggris. Sebagai ilustrasi tim All England Indonesia tahun lalu [Twitter@KBRI_London]

Herry Iman Pierngadi menyatakan berapapun jumlah pemain dikirim ke All England bisa. Ini bedanya dengan Olimpiade.

Suara.com - Pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi menyebut All England bukanlah turnamen sembarangan. Dia menilai level persaingannya lebih berat ketimbang Olimpiade.

Menurut juru taktik berjuluk Naga Api itu, persaingan di All England lebih intens lantaran tak ada aturan pembatasan kuota atlet per negara layaknya Olimpiade.

Di turnamen bulu tangkis tertua dunia itu, setiap negara bebas mengirim berapapun wakil dari setiap sektor. Asalkan, pemain yang dikirim berada di peringkat Top 32.

Pelatih kepala sektor ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih kepala sektor ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sementara Olimpiade justru sebaliknya. Setiap negara hanya dibatasi untuk maksimal mengirim dua wakil dari setiap sektor.

Slot lainnya akan diisi para pemain dari zona kontinental seperti Afrika, dan Amerika Selatan, yang secara peta kekuatan masih berada jauh di bawah wakil-wakil Eropa dan Asia.

"Kualitas dari segi peserta lebih tinggi All England, karena setiap negara bebas mau kirim berapa wakil. Namun, tekanannya saja yang berbeda," ujar Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Olimpiade disebut Herry Iman Pierngadi punya tekanan yang berbeda dari sekedar turnamen tahunan. Diselenggarakan hanya empat tahun sekali membuat Olimpiade jadi ajang yang sulit diprediksi kendati secara persaingan tak seketat All England.

"Kalau di Olimpiade itu tekanannya lebih tinggi. Karena semua atlet itu ingin menjadi juara," jelas Herry Iman Pierngadi.

Sektor ganda putra Indonesia saat ini tengah bersiap jelang mengikuti All England 2020. Herry Iman Pierngadi memandang ajang itu sebagai turnamen pra-Olimpiade yang bisa menjadi indikator kualitas seorang pemain di ajang Olimpiade 2020 Tokyo.

"Ya bisa dikatakan seperti pra-Olimpiade, karena hampir semua pemain top ikut," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS