Herry Iman Pierngadi: Persaingan All England Lebih Berat dari Olimpiade

RR Ukirsari Manggalani, Arief Apriadi

Kamis, 27 Februari 2020 | 14:00 WIB
Herry Iman Pierngadi: Persaingan All England Lebih Berat dari Olimpiade
Kontingen Tim Bulu tangkis Indonesia di All England 2019 di Birmingham, Inggris. Sebagai ilustrasi tim All England Indonesia tahun lalu [Twitter@KBRI_London]

Suara.com - Pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi menyebut All England bukanlah turnamen sembarangan. Dia menilai level persaingannya lebih berat ketimbang Olimpiade.

Menurut juru taktik berjuluk Naga Api itu, persaingan di All England lebih intens lantaran tak ada aturan pembatasan kuota atlet per negara layaknya Olimpiade.

Di turnamen bulu tangkis tertua dunia itu, setiap negara bebas mengirim berapapun wakil dari setiap sektor. Asalkan, pemain yang dikirim berada di peringkat Top 32.

Pelatih kepala sektor ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih kepala sektor ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sementara Olimpiade justru sebaliknya. Setiap negara hanya dibatasi untuk maksimal mengirim dua wakil dari setiap sektor.

Slot lainnya akan diisi para pemain dari zona kontinental seperti Afrika, dan Amerika Selatan, yang secara peta kekuatan masih berada jauh di bawah wakil-wakil Eropa dan Asia.

"Kualitas dari segi peserta lebih tinggi All England, karena setiap negara bebas mau kirim berapa wakil. Namun, tekanannya saja yang berbeda," ujar Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Olimpiade disebut Herry Iman Pierngadi punya tekanan yang berbeda dari sekedar turnamen tahunan. Diselenggarakan hanya empat tahun sekali membuat Olimpiade jadi ajang yang sulit diprediksi kendati secara persaingan tak seketat All England.

"Kalau di Olimpiade itu tekanannya lebih tinggi. Karena semua atlet itu ingin menjadi juara," jelas Herry Iman Pierngadi.

Sektor ganda putra Indonesia saat ini tengah bersiap jelang mengikuti All England 2020. Herry Iman Pierngadi memandang ajang itu sebagai turnamen pra-Olimpiade yang bisa menjadi indikator kualitas seorang pemain di ajang Olimpiade 2020 Tokyo.

baca juga

"Ya bisa dikatakan seperti pra-Olimpiade, karena hampir semua pemain top ikut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lolos ke Olimpiade 2020, Ahsan: Target Pertama Sudah Tercapai, Kini...

Lolos ke Olimpiade 2020, Ahsan: Target Pertama Sudah Tercapai, Kini...

Sport | Rabu, 26 Februari 2020 | 18:43 WIB

The Daddies Berharap Para Junior Unjuk Gigi di All England 2020

The Daddies Berharap Para Junior Unjuk Gigi di All England 2020

Sport | Senin, 24 Februari 2020 | 20:27 WIB

Hendra/Ahsan Akui Bakal Sulit Pertahankan Gelar All England

Hendra/Ahsan Akui Bakal Sulit Pertahankan Gelar All England

Sport | Senin, 24 Februari 2020 | 17:35 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×