Menang 0,002 Detik, Elias: Rossi Belum Memaafkan Saya

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 16 April 2020 | 18:07 WIB
Menang 0,002 Detik, Elias: Rossi Belum Memaafkan Saya
Toni Elias (tengah) memacu motornya bersaing dengan Valentino Rossi (kanan) untuk menyentuh garis finis pertama pada balapan MotoGP Portugal di Sirkuit Estoril, Minggu (15/10/2006). [AFP/Nicolas Asfouri]

Suara.com - Mantan pebalap MotoGP, Toni Elias menyebut hingga saat ini belum dimaafkan Valentino Rossi. Elias dan Rossi punya rivalitas yang bersejarah.

Khususnya, dan satu-satunya, saat perhelatan MotoGP Portugal di Sirkuit Estoril, 15 Oktober 2006.

Kala itu, Rossi butuh finis pertama guna menjaga peluang meraih gelar juara dunia MotoGP 2006.

Pesaing Rossi dalam mengejar titel tersebut saat itu adalah Nicky Hayden, yang akhirnya jadi juara dunia MotoGP 2006.

Nicky Hayden merayakan keberhasilannya jadi juara dunia MotoGP di tahun 2006. [AFP/Javier Soriano]
Nicky Hayden merayakan keberhasilannya jadi juara dunia MotoGP di tahun 2006. [AFP/Javier Soriano]

Peluang Rossi untuk menjaga kans gelar juara dunia terbuka lebar setelah Hayden gagal melanjutkan balapan di Estoril.

Hayden terjatuh setelah ditabrak rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa, pada lap ketiga.

Rossi tak hanya bersaing memperebutkan posisi pertama dengan Elias.

Ancaman juga datang dari Kenny Roberts Jr, juara dunia 500cc tahun 2000. Ketiga pebalap sempat silih berganti memimpin balapan.

Elias yang tampil impresif membuat The Doctor—julukan Rossi—harus puas finis kedua.

Baca Juga: Dalih Underperform Saat Kalah TKO dari Tyson, Wilder: Saya seperti Zombie

Pebalap Spanyol itu berhasil mencuri angin (slipstream) saat detik-detik terakhir balapan untuk menyentuh garis finis pertama dengan keunggulan 0,002 detik.

Toni Elias (kanan) merayakan keberhasilan menjuarai MotoGP Portugal di Sirkuit Estoril bersama Valentino Rossi yang finis kedua, Minggu (15/10/2006). [AFP/Nicolas Asfouri]
Toni Elias (kanan) merayakan keberhasilan menjuarai MotoGP Portugal di Sirkuit Estoril bersama Valentino Rossi yang finis kedua, Minggu (15/10/2006). [AFP/Nicolas Asfouri]

Kemenangan itu jadi satu-satunya yang diraih Elias di kelas MotoGP.

"Ketika saya bertemu Valentino di Austin (Texas), saya melihat dia masih dendam dan tak pernah memaafkan saya," kata Elias dalam wawancara dengan DAZN.

"Ini tak baik. Ini waktunya berteman, tapi sepertinya tidak mungkin" lanjut Elias yang kala itu memperkuat tim satelit Fortuna Honda.

"Rossi sangat kompetitif. Itulah kenapa dia tidak akan memaafkan saya," Elias memaklumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI