alexametrics

10 Pebalap Top MotoGP yang Redup Usai Pindah Tim (Bagian 1)

Rizki Nurmansyah
10 Pebalap Top MotoGP yang Redup Usai Pindah Tim (Bagian 1)
Pebalap Spanyol Sete Gibernau (tengah) merayakan keberhasilannya menjuarai MotoGP Spanyol 2004. Diikuti kemudian oleh Max Biaggi (kiri) dan Alex Barros. Ketiganya meredup kebintangannya setelah pindah ke tim lain. [AFP/Pierre-Philippe Marcou]

Tak sedikit para pebalap top MotoGP yang mengalami surut prestasi usai pindah tim.

Suara.com - Seperti lintasan sirkuit, para pebalap MotoGP juga tak terhindar dari yang namanya 'kelak-kelok' kehidupan.

Tak sedikit bahkan mereka yang mengalami surut prestasi usai pindah tim.

Berikut 10 pebalap top MotoGP yang meredup prestasinya usai pindah tim dalam 17 tahun terakhir:

10. Alex Barros (Brasil) — Tech 3 Yamaha (2003)

Baca Juga: MotoGP: Ancaman Jack Miller pada Tim Pabrikan Ducati

Pebalap asal Brasil, Alex Barros, saat memperkuat tim Tech 3 Yamaha di MotoGP 2003. [AFP/Pierre-Philippe Marcou]
Pebalap asal Brasil, Alex Barros, saat memperkuat tim Tech 3 Yamaha di MotoGP 2003. [AFP/Pierre-Philippe Marcou]

Alex Barros mendapat ekspektasi tinggi saat bergabung ke Tech 3, tim satelit Yamaha, pada tahun 2003.

Prestasinya diharapkan kian menjulang setelah sebelumnya menempati peringkat keempat selama tiga musim berturut-turut bersama tim Pons Honda.

Namun, pebalap Brasil ini gagal memenuhi ekspektasi, finis peringkat sembilan klasemen akhir pebalap MotoGP, dengan sekali naik podium dan kembali ke Honda pada tahun berikutnya.

9. Max Biaggi (Italia) — Honda (2005)

Pebalap asal Italia, Max Biaggi, saat memperkuat tim Repsol Honda di MotoGP 2005. [AFP/Lluis Gene]
Pebalap asal Italia, Max Biaggi, saat memperkuat tim Repsol Honda di MotoGP 2005. [AFP/Lluis Gene]

Banyak yang menggadang-gadang Max Biaggi bakal jadi pesaing terberat Valentino Rossi saat ia memperkuat tim pabrikan Honda pada tahun 2005.

Baca Juga: Line-up Seri Ketiga Virtual MotoGP Spanyol, Rossi Absen

Namun, prediksi tersebut salah total. Ia hanya mampu finis kelima tanpa sekalipun menang, dan empat kali naik podium.

Komentar