China dan Hong Kong Dapat Kompensasi Poin Olimpiade, PBSI Protes

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
China dan Hong Kong Dapat Kompensasi Poin Olimpiade, PBSI Protes
Ring Olimpiade yang berada di markas besar ICO di Lausanne, Swiss. [AFP/Fabrice Coffrini]

Kompensasi BWF tersebut dinilai merugikan negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melayangkan protes kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terkait ketentuan memberi kompensasi poin kualifikasi Olimpiade terhadap tim China dan Hong Kong.

Salah satu poin dalam ketentuan baru, BWF memberi pengecualian kepada China dan Hong Kong yang tahun ini harus absen mengikuti kejuaraan Kejuaraan Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020.

Kedua negara tak bisa mengikuti ajang beregu Asia itu lantaran Filipina selaku tuan rumah saat itu menekan peraturan pembatasan perjalanan akibat Covid-19.

Sebagai gantinya, BWF akan memberikan tim China dan Hong Kong untuk mendapat poin dari Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2021.

Indonesia, melalui Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto mempertanyakan kebijakan BWF tersebut lantaran BATC dan BAMTC memiliki format kejuaraan berbeda.

Para atlet bulutangkis Indonesia menjalani latihan rutin di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020). [Humas PBSI]
Para atlet bulutangkis Indonesia menjalani latihan rutin di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020). [Humas PBSI]

Dalam BATC, format yang digunakan sama seperti Piala Thomas dan Uber. Sementara BAMTC seperti Piala Sudirman di mana terdapat pasangan ganda campuran di dalamnya.

"Kalau pemberian poin untuk tim China dan Hong Kong karena tidak ikut BATC 2020 itu tidak masalah," beber Bambang Roedyanto dalam rilis yang diterima Suara.com, Kamis (28/5/2020).

"Yang jadi perhatian adalah mereka akan dapat poin dari BAMTC 2021 yang ada nomor ganda campurannya. Ini menjadi tidak fair untuk negara-negara lain."

Rudy, sapaan akrab Bambang Roedyanto, menegaskan PBSI telah meminta penjelasan terkait ketentuan BWF tersebut. Mereka ingin memastikan apakah sektor ganda campuran tim China dan Hong Kong tetap mendapat poin atau tidak.

"Dari keterangan BWF kan tidak dijelaskan apakah poin ganda campurannya dihitung atau tidak, hanya ada statement akan mendapat poin dari BAMTC 2021 yang di dalamnya ada nomor ganda campuran," kata Rudy.

"Makanya kami tidak mau ada salah pengertian dan masih menunggu jawaban dari BWF," tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Event Committee Badminton Asia Confederation.

Indonesia menjadikan ketentuan baru BWF sebagai sesuatu yang serius lantaran hal ini benar-benar berpengaruh pada persaingan sektor ganda campuran menuju Olimpiade Tokyo.

Untuk diketahui, pemain ganda campuran kedua negara terutama Hong Kong, menjadi pesaing wakil Indonesia dalam memperebutkan satu tiket ke Olimpiade Tokyo.

Tang Chun Man/Tse Ying Suet kekinian berada diperingkat kesembilan Race to Tokyo, atau hanya berada satu strip di bawah wakil Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebuah negara dikatakan bisa meloloskan dua wakil dari masing-masing sektor apabila kedua pasanagn itu mampu bertahan di peringkat delapan hingga akhir kualifikasi.

Satu wakil Indonesia lainnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti diketahui telah mengamankan satu tiket ke Olimpiade 2020. Mereka kini bertengger diperingkat empat.

Dalam ketentuan terbaru BWF, periode kualifikasi Olimpiade tokyo juga berubah. Setelah turnamen terhenti usai All England (15 Maret 2020), kualifikasi akan kembali bergulir mulai pekan pertama hingga pekan ke-17 kompetisi 2021.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS