Selain Bulutangkis, Herry IP Juga Tak Bisa Lepas dari Dunia Burung Kicau

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Selain Bulutangkis, Herry IP Juga Tak Bisa Lepas dari Dunia Burung Kicau
Pelatih ganda putra Indonesia Herry IP berpose dengan anak asuhnya, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. [AFP]

Herry IP bahkan beternak burung Murai Batu.

Suara.com - Sudah menjadi rahasia umum jika pelatih kepala sektor ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, memiliki hobi lain di luar melatih bulutangkis. Pria 58 tahun itu diketahui sangat menyenangi dunia burung kicau.

Bahkan, Herry yang merupakan pelatih dari pasangan ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, mengaku sudah berkenalan dengan burung kicau sedari kecil.

"Kalau hobi memelihara burung itu sebenarnya sudah dari kecil, dari lingkungan rumah di daerah Grogol," kata Herry Iman Pierngadi saat kepada Suara.com, Rabu (26/8/2020).

Pelatih berjuluk Naga Api itu mengungkapkan bahwa dia tumbuh besar di lingkungan yang masyarakatnya memang mencintai burung.

Baca Juga: Takut ke Tukang Cukur Gara-gara COVID-19, Penampilan Herry IP Berubah Total

Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry IP, ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/7/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Herry IP, ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/7/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sebagai anak kecil, Herry kala itu turut terpikat untuk memelihara burung. Awalnya, dia coba-coba memelihara burung dara, sebelum akhirnya bergelut dengan burung kicau.

Hobi memelihara dan melombakan burung kicau itu mulai dia tekuni saat melatih di PB Tangkas sekitar tahun 1988. Saat itu, selain mendampingi anak latihnya bertanding di berbagai kompetisi sirkuit nasional, dia turut membawa burung-burungnya untuk dilombakan.

"Awal memang burung dara, di Grogol itu komunitas burung dara banyak sekali. Makin kesini, saya memelihara burung, tapi burung oceh," jelas pelatih yang telah menelurkan pasangan ganda putra hebat macam Sigit Budiarto / Candra Wijaya.

Pelatih kelahiran 21 Agustus 1962 itu menganggap memelihara burung kicau bukan hanya sekedar hobi. Menurutnya, ada kesamaan antara mengurus hewan bersayap itu dengan melatih pemain bulutangkis.

Faktor itu turut jadi pemicu bahwa burung kicau dan bulutangkis adalah dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan salah satu pelatih terbaik Tanah Air itu.

Baca Juga: Trio Ganda Putra Ini akan Jadi Andalan Indonesia di Piala Thomas 2020

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjuarai Fuzhou China Open 2019 usai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), Minggu (10/11). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjuarai Fuzhou China Open 2019 usai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), Minggu (10/11). [Humas PBSI]

"Keduanya itu mirip. Baik memelihara burung kicau dan melatih itu sama-sama menyiapkan. Yang satu menyiapkan pemain, satu menyiapkan binatang," jelas Koh Herry, sapaan akrabnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS