Fakta Baru, Pilot Kobe Bryant Memaksa Terbang dalam Cuaca Berawan

Arief Apriadi

Rabu, 10 Februari 2021 | 06:56 WIB
Fakta Baru, Pilot Kobe Bryant Memaksa Terbang dalam Cuaca Berawan
Helikopter jatuh dan mengeluarkan asap di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1). [AFP Photo]

Suara.com - Pilot dalam kecelakaan helikopter yang menewaskan legenda basket Kobe Bryant tahun lalu disebut melanggar standar federal karena memaksa terbang dalam cuaca berawan.

Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan Komisi Keselamatan Transportasi Amerika Serikat (NTSB) yang dibahas dalam rapat dewan pada Sealsa (9/2/2021) waktu setempat.

Kecelakaan yang terjadi di Calabasas, California, pada 26 Januari 2020 itu diketahui menewaskan seluruh penumpang di antaranya Kobe dan putrinya Gianna serta tujuh nyawa lainnya, termasuk si pilot, Ara Zobayan.

"Ia terbang di bawah aturan jarak pandang terbang (VFR), yang secara legal melarangnya untuk menembus awan," kata Ketua NTSB Robert Sumwalt dilansir Antara dari Reuters.

"Namun, dia melanjutkan penerbangan VFR ini menembus awan, memasuki instrumen kondisi meteorologis," ujarnya menambahkan.

Sejumlah penggemar berkumpul di dekat sebuah mural dari mendiang pemain bola basket profesional NBA Kobe Bryant dan mendiang putrinya Gianna di pusat Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa (26/1/2021).  [Frederic J. BROWN / AFP]
Sejumlah penggemar berkumpul di dekat sebuah mural dari mendiang pemain bola basket profesional NBA Kobe Bryant dan mendiang putrinya Gianna di pusat Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa (26/1/2021). [Frederic J. BROWN / AFP]

NTSB menjadwalkan rapat virtual pada Selasa waktu setempat untuk mengeluarkan laporan final atas kecelakaan helikopter tersebut.

"Kami akan mencari tahu apakah pilot berada dalam tekanan untuk melanjutkan penerbangan, dan jika iya, siapa yang menekannya," kata Sumwalt.

"Apa ekspektasi bagi pilot di bawah kebijakan perusahaan? Apakah ia memaksa dirinya sendiri? Tindakan apa yang seharusnya bisa dilakukan untuk menghindari terbang menembus awan?"

"Kami akan membahas fenomena disorientasi spasial, sensasi kuat dan menyesatkan yang bisa membingungkan pilot melakukan penerbangan visual di tengah kehilangan referensi jarak pandang dan jenis pelatihan semacam apa yang efektif mengatasi kondisi tersebut," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang Satu Tahun kematian Kobe Bryant

Mengenang Satu Tahun kematian Kobe Bryant

Foto | Rabu, 27 Januari 2021 | 11:52 WIB

Kaleidoskop 2020: Momen Tak Terlupakan di Ajang NBA

Kaleidoskop 2020: Momen Tak Terlupakan di Ajang NBA

Sport | Senin, 28 Desember 2020 | 16:10 WIB

5 Tokoh Dunia yang Kepergiannya Banyak Dicari Selama 2020

5 Tokoh Dunia yang Kepergiannya Banyak Dicari Selama 2020

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 13:03 WIB

LA Lakers Persembahkan Gelar NBA 2020 untuk Kobe Bryant dan Gianna

LA Lakers Persembahkan Gelar NBA 2020 untuk Kobe Bryant dan Gianna

Sport | Selasa, 13 Oktober 2020 | 01:51 WIB

Lelang, Handuk Perpisahan Kobe Bryant Terjual Rp 541 Juta

Lelang, Handuk Perpisahan Kobe Bryant Terjual Rp 541 Juta

Sport | Senin, 30 Maret 2020 | 13:22 WIB

Terkini

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:23 WIB

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Bogor | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:51 WIB

×