alexametrics

Ketahuan Doping, Lifter Brasil Dicoret dari Olimpiade Tokyo

Arief Apriadi
Ketahuan Doping, Lifter Brasil Dicoret dari Olimpiade Tokyo
Arsip - Fernando Saraiva Reis saat tampil dalam Pan American Games XVIII di Lima, Peru pada 30 Juli 2019. ANTARA/REUTERS/Guadalupe Pardo.

Keputusan ini sejalan dengan komitmen COB untuk memerangi dan membersihkan olahraga dari doping.

Suara.com - Komite Olimpiade Brasil (COB) mencoret lifter Fernando Reis dari tim angkat besi Olimpiade Tokyo karena gagal tes doping.

Dilansir Reuters dari Antara, Sabtu (17/7/2021), COB mengatakan Badan Anti-doping Brasil menemukan sampel dari lifter 31 tahun itu mengandung hormon pertumbuhan manusia.

"Dengan demikian, atlet tersebut dikeluarkan dari delegasi yang akan bertanding di Olimpiade Tokyo," kata COB dalam pernyataannya.

Keputusan ini sejalan dengan komitmen COB untuk memerangi dan membersihkan olahraga dari doping.

Baca Juga: Atlet Angkat Besi Uganda Menghilang di Jepang Jelang Olimpiade

"Semua atlet dari delegasi Brasil di Olimpiade Tokyo harus mengikuti semua hal untuk memerangi doping yang dilakukan Badan Anti-Doping Dunia."

Reis adalah peraih medali perunggu nomor +109 kg dalam Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2018 di Ashgabat. Ia juga meraih tiga emas di Pan American Games masing-masing pada 2011, 2015, 2019.

Konfederasi Angkat Besi Brasil mengatakan, Reis dijadwalkan melakukan perjalanan ke Tokyo pekan depan. Namun, dengan adanya temuan ini, harapannya untuk tampil di Olimpiade Tokyo sirna. Sebab, COB dengan tegas tidak akan memberangkatkan dia, meski sampel B masih dalam proses analisis.

Lifter yang lahir pada 10 Maret 1990 itu telah dua kali tampil di Olimpiade. Reis debut di Olimpiade London 2012 dan menempati peringkat ke-11 untuk nomor +105 kg. Kemudian di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Reis menempati urutan kelima.

Baca Juga: Rionny Ungkap Kondisi Timnas Bulu Tangkis Jelang Tampil di Olimpiade Tokyo

Komentar