alexametrics

Profil Jin Jong-oh, Atlet Penembak Legendaris Korea yang Sebut Atlet Iran Teroris

Irwan Febri Rialdi
Profil Jin Jong-oh, Atlet Penembak Legendaris Korea yang Sebut Atlet Iran Teroris
Penembak Korea Selatan, Jin Jong-oh (tengah). (Jorge Guerrero/AFP)

Tagar #SouthKoreaRacist menjaditrending topic karena aksi rasis Jin Jong-oh

Suara.com - Aksi rasial penembak legendaris asal Korea Selatan, Jin Jong-oh, menggemparkan media sosial setelah ia menyebut atlet Iran, Javad Foroughi, sebagai seorang teroris.

Di Twitter, misalnya, tagar #SouthKoreaRacist menjadi trending topic. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga beberapa negara.

Peristiwa ini terjadi setelah Jin Jong-oh mengatakan ucapan rasial itu setelah Javad Foroughi berhasil meraih medali emas nomor pistol 10 meter putra Olimpiade Tokyo 2020.

“Bagaimana bisa seorang teroris jadi pemenang pertama? Itu adalah hal yang paling absurd dan konyol,” ujar Jin Jong-oh, dikutip dari Korean Times.

Baca Juga: Anthony Ginting Gagal Melaju ke Final Olimpiade Tokyo 2020

Pernyataan kontroversial bernada rasial ini disinyalir berasal dari pemberitaan Jerusalem Post yang menyebut Foroughi sebagai anggota Korps Pengawal Revolusi Iran.

Sebab, organisasi ini sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan pun juga telah memberikan respons keras atas pernyataan yang dilontarkan oleh Jin Jong-oh tersebut.

“Korps Pengawal Revolusi telah menjadi pilar militer resmi Republik Islam iran, melindungi negara dan orang-orang, serta memainkan peran penting dalam membangun keamanan di Timur Tengah,” tulis Kedubes Iran di Korea.

Profil Jin Jong-oh

Baca Juga: Warga Indonesia Jadi Relawan Olimpiade Tokyo 2020, Ada yang Mengawal Atlet Pakai Mobil Van

Di dunia olahraga menembak, Jin Jong-oh sebetulnya bukanlah nama yang asing. Sebab, ia merupakan mantan atlet penembak dari Korea Selatan yang sangat berprestasi.

Komentar