alexametrics

Jawa Barat dan Riau Berbagi Emas Panahan Nomor Compound PON Papua

Syaiful Rachman
Jawa Barat dan Riau Berbagi Emas Panahan Nomor Compound PON Papua
Sejumlah atlet panahan putra membidik sasaran pada babak kualifikasi Panahan Putra 50 meter Compound PON Papua di Lapangan Kampung Harapan, Sentani, Papua, Rabu (29/9/2021). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj. (ANTARA FOTO/ZABUR KARURU)

Jawa Barat dan Riau bersaing ketat di cabor Panahan.

Suara.com - Tim panahan Jawa Barat dan Riau berbagi emas pada perlombaan panahan nomor compound tunggal putra/putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Kompleks olahraga Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (4/10/2021).

Tim panahan Jabar lewat Ratih Zil'izati Fadly sukses mengamankan emas compound tunggal putri setelah di final bermain ketat melawan Syahara Khoerunisa asal Banten.

Ratih menang tipis dengan skor akhir 135-134. Sementara medali perunggu diamankan Kayla Adinda asal Kalimantan Timur usai mengalahkan Sri Ranti asal Jabar dengan kedudukan akhir 134-133.

Sementara Riau berhasil membawa pulang emas lewat Yogi Pratama di nomor compound tunggal putra. Yogi sukses menaklukkan atlet Jabar Deki Andika Hastian lewat pertarungan sengit 146-144.

Baca Juga: PON Papua: Adam Yazid Ferdyansyah Sumbang Emas Taekwondo untuk Jabar

Medali perunggu diperoleh I Komang Gde Krishnanda asal Bali usai mengalahkan Fitriansyah asal Kalimantan Tengah dengan skor akhir 141-137.

Pelatih tim panahan Jabar Rahmat Suparjo bersyukur atas raihan medali satu emas dan satu perak yang diamankan anak-anak asuhnya. Padahal, kata dia, persiapan sebelum berangkat ke PON sangat minim imbas pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah hari ini sebenarnya ada tiga finalis, yang dua finalis emas, yang satu finalis perunggu. Finalis emas Alhamdulillah satu kita ambil, satunya di perak, sementara yang perunggu belum rizkinya," ujar Rahmat saat ditemui sesuai perlombaan.

Menurutnya, Jabar menargetkan dapat membawa pulang empat medali emas pada cabang panahan. Untuk mengejar target tersebut kesabaran atlet akan menjadi evaluasi jajaran pelatih untuk perlombaan berikutnya, utamanya saat cuaca panas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

"Tinggal kesabaran atlet aja, kita redam kondisi biar lebih tenang, lebih sabar, dan angin harus bukan jadi hambatan tapi harus jadi teman," katanya seperti dimuat Antara.

Baca Juga: PON Papua: Renang Artistik Mundur Sehari dari Jadwal

Komentar