facebook

Konflik Rusia-Ukraina Jadi Berkah untuk Pebalap F1 Kevin Magnussen, Kenapa?

Arief Apriadi
Konflik Rusia-Ukraina Jadi Berkah untuk Pebalap F1 Kevin Magnussen, Kenapa?
Pebalap tim Haas, Kevin Magnussen melambaikan tangan ke penonton dalam parade jelang balap F1 GP Australia di Sirkuit Albert Park, Minggu (25/3/2018). [AFP/Saeed Khan]

Kevin Magnussen dikontrak tim Haas untuk menggantikan pebalap Rusia, Nikita Mazepin.

Suara.com - Kevin Magnussen sempat mengubur harapan untuk kembali berkiprah di ajang Formula 1 (F1) sebelum bos tim Haas, Guenther Steiner menawarkan bangku bagi sang pebalap Denmark untuk menggantikan Nikita Mazepin.

Nikita Mazepin yang merupakan pebalap F1 asal Rusia, diputus kontrak oleh tim Haas buntut dari invasi militer negara pimpinan Vladimir Putin itu ke Ukraina.

Kesempatan emas dari tim Haas pun tak disia-siakan Kevin Magnussen. Pebalap 29 tahun itu mengaku langsung menerima tawaran mengaspal bersama Haas.

"Saya tidak terlalu memikirkan Formula 1," kata Magnussen, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga: Top 5 Sport: F1 Batalkan Grand Prix Rusia karena Perang

Tahun lalu ia berkompetisi di kejuaraan mobil sport Amerika Serikat dan siap memperkuat Peugeot di kejuaraan dunia ketahanan sekaligus mengikuti Le Mans dengan ayahnya, Jan.

"Saya sepertinya telah benar-benar menerima bahwa F1 sudah menutup pintunya," bebernya.

Magnussen mengetahui Haas telah memutus kontrak Mazepin namun tidak mengira ia mendapat kesempatan untuk membalap kembali di tim yang terakhir kali ia bela pada 2020 itu.

Ayah Mazepin, Dmitry merupakan miliarder pemilik perusahaan pupuk kimia Uralkali yang menjadi sponsor utama Haas. Akan tetapi tim asal Amerika Serikat itu telah mengakhiri kemitraan dengan perusahaan yang dianggap dekat dengan Kremlin tersebut menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Melihat itu, Magnussen mengira Haas akan memerlukan pengganti yang juga membawa suntikan dana.

Baca Juga: Serangan Rusia atas Ukraina, Bagaimana Nasib Nikita Mazepin di F1?

"Saya tidak membawa banyak kecuali kemampuan membalap saya ke tim yang saya kira akan menjadi kemustahilan dan kemudian Guenther memanggil saya dan itu adalah kejutan besar," kata Magnussen di tes pramusim di Bahrain.

Komentar