Praveen Jordan Kena Saraf Kejepit, Dokter: Berat Badannya Sempat Naik

Arief Apriadi Suara.Com
Kamis, 16 Juni 2022 | 14:09 WIB
Praveen Jordan Kena Saraf Kejepit, Dokter: Berat Badannya Sempat Naik
Dr. Octaviani Wijaya (kiri) bersama pelatih Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Vita Marissa di Mixed Zone Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). [Arief Apriadi/Suara.com]

Suara.com - Pebulu tangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan tidak bisa melanjutkan kiprahnya pada Indonesia Open 2022 akibat dibekap cedera saraf kejepit, Kamis (16/6/2022).

Kondisi itu membuat Praveen dan sang partner, Melati Daeva Oktavianti harus mundur di babak kedua Indonesia Open 2022 di mana mereka seharusnya menghadapi wakil Malaysia, Chen Tang Jie/Valeree Siow.

Dr. Octaviani Wijaya selaku dokter yang memeriksa kondisi Praveen Jordan menyebut cedera saraf kejepit bisa membekap seorang atlet karena berbagai pemicu.

Khusus untuk Praveen Jordan, Octaviani menyebut pebulu tangkis 29 tahun itu sempat meningkat berat badanya. Hal itu berpengaruh memicu saraf kejepit kendati harus ada pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pastinya.

"Penyebabnya banyak ya, yang pasti karena dia atlet maka gerakan-gerakan tertenu yang salah juga pasti memicu," ujar Dr. Octaviani Wijaya di Mixed Zone Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

"Kemudian tekanan-tekanan juga, lalu Jordan juga sempat berat badanya meningkat, itu juga berpengaruh. Cuma menurut saya dia lebih ke gerakan ya, yang mendadak dan terlalu cepat tanpa dia sadari," tambahnya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, ganda campuran Indonesia putuskan mundur dari Indonesia Open 2022 (Twitter/@PBDjarum)
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, ganda campuran Indonesia putuskan mundur dari Indonesia Open 2022 (Twitter/@PBDjarum)

Dr. Octaviani mengaku belum bisa menentukan berapa lama penyembuhan cedera saraf kejepit yang dialami Praveen Jordan. Namun yang pasti, sang pemain disebut harus beristirahat lebih dulu.

"Tergantung dari fisik atletnya sendiri karena saraf tidak seperti otot yang bisa kembali normal. Kalau saraf itu tidak. Jadi yang terbaik harus rest dulu," tutur Octaviani.

Menurut sosok yang sempat menjadi dokter PBSI itu, kadar keparahan saraf kejepit itu berbeda-beda. Namun, jika terasa sangat sakit dan tak bisa ditahan lagi, maka operasi menjadi pilihan terakhir.

Baca Juga: Jadwal Wakil Indonesia di Babak 16 Besar Indonesia Open 2022 Hari Ini

"Sejujurnya ini bukan bidang saya. Nanti ada dokter ortopedi yang spesialis untuk tulang belakang, dia lebih kompeten," ujar Octaviani.

"Jadi kami ke depannya akan konsultasi lagi, bagaimana ke depannya. Terapi apa yang terbaik untuk Jordan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI