- PB Djarum sukses menyapu dua piala utama di Superliga Junior 2025: Piala Sigit Budiarto (U-15) dan Piala Liem Swie King (U-19).
- Turnamen ini menarik antusiasme peserta mancanegara, dengan lebih banyak negara berencana ikut tahun depan.
- Kehadiran piala atas nama legenda bulutangkis menjadi inspirasi penting bagi generasi muda.
Ia menilai Superliga Junior 2025 semakin diminati, bukan hanya oleh klub-klub Indonesia, tetapi juga mancanegara.
“Saya melihat ambisi menjadi juara yang diperlihatkan klub-klub dalam negeri dan Asia terus meningkat,” ujar Yoppy.
"Sedangkan atlet-atlet yang datang dari benua Eropa dan Amerika juga sangat antusias, apalagi kualitas pemain Indonesia memiliki teknik di atas rata-rata."
"Mereka memanfaatkan Turnamen Polytron Superliga Junior 2025 sebagai ajang untuk mengukur kemampuan melawan tim-tim Asia."
Ia menambahkan, beberapa negara yang tahun ini absen sudah berkomitmen untuk ikut serta pada edisi mendatang.
“Vietnam dan Selandia Baru yang batal datang, menyatakan penyesalan mereka dan berniat tidak akan melewati turnamen tahun depan."
"Malaysia dan Amerika Serikat juga ingin mengirimkan lebih banyak kategori usia, sedangkan China dan Jepang berencana untuk mengirimkan tim U-17 dan U-19,” tambahnya.
Keistimewaan Superliga Junior tahun ini bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi juga kehadiran nama-nama legenda Indonesia yang diabadikan sebagai nama piala.
Salah satunya adalah Piala Tontowi Ahmad untuk U-13 Putra dan Piala Liliyana Natsir untuk U-13 Putri.
“Semoga piala ini bisa menjadi motivasi buat anak-anak agar bisa berprestasi. Dengan adanya piala ini mereka jadi kenal siapa itu Tontowi Ahmad,” ucap Tontowi Ahmad.
"Saat saya dan legenda lain menjadi juara, mereka mungkin banyak yang belum lahir. Jadi sekarang mereka bisa tahu dan termotivasi untuk menjadi juara."
Sementara itu, Liliyana Natsir mengaku sempat kaget saat tahu namanya dijadikan nama piala. Namun ia berharap hal itu bisa membuka wawasan generasi muda.
“Awalnya saya kaget, tiba-tiba diberitahu ada Piala Liliyana Natsir untuk U-13 Putri. Tapi saya senang, karena dengan adanya piala ini anak-anak bisa lebih mengenal siapa pendahulu mereka dan prestasi-prestasi yang pernah ditorehkan,” ujarnya.
Piala Liliyana Natsir akhirnya diraih oleh PB Champion Klaten setelah menang dramatis 3-2 atas PB Taqi Arena.
Ganda Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta menjadi penentu kemenangan lewat dua gim 21-15, 21-12.
Kemenangan ini makin istimewa bagi Ayunda yang merayakan ulang tahun ke-12 di hari yang sama.
Selain itu, kategori U-13 Putra dikuasai PB Jaya Raya Solo, sedangkan U-15 Putri dimenangkan PB Exist.
Dari level U-17, PB Exist meraih gelar di sektor putra, sementara Granular Thailand berjaya di sektor putri.
Adapun gelar U-19 Putri dibawa pulang Banthongyord Thailand setelah mengalahkan PB Djarum di final.
Keberhasilan PB Djarum merebut dua gelar utama di edisi 2025 menegaskan posisi mereka sebagai salah satu klub pembinaan terbaik di Indonesia.
Lebih jauh, turnamen ini juga jadi barometer kekuatan bulu tangkis internasional, sekaligus ajang regenerasi calon bintang dunia.