- Francesco Bagnaia menyebut musim MotoGP 2025 sebagai periode sangat penting untuk pembelajaran kariernya.
- Performa Pecco musim lalu tidak konsisten karena kendala stabilitas motor Desmosedici GP25.
- Bagnaia finis di urutan kelima klasemen akhir MotoGP 2025 dengan 288 poin.
Suara.com - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia alias Pecco, menyebut MotoGP musim 2025 sebagai periode yang sarat pembelajaran dalam kariernya.
Performa Pecco sepanjang musim lalu dinilai belum konsisten akibat kendala pada Desmosedici GP25, yang membuatnya tersingkir dari persaingan perebutan gelar juara dunia.
“Saya meninggalkan tahun yang penuh tantangan, tetapi tahun yang telah banyak mengajarkan saya dan makin memperkuat keinginan saya untuk kembali ke lintasan sesegera mungkin dengan Desmosedici GP yang baru,” kata Pecco, dikutip dari laman MotoGP.
“Penting untuk berjuang sampai akhir, tidak pernah menyerah, menghadapi setiap situasi, dan belajar dari setiap pengalaman,” lanjut pembalap pemilik dua gelar juara dunia tersebut.
Pada klasemen akhir MotoGP 2025, Pecco hanya mampu menempati posisi kelima dengan raihan 288 poin. Ia kalah bersaing dari Marc Marquez, Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan Pedro Acosta.
Sepanjang musim 2025, pembalap bernomor 63 itu kerap kesulitan menemukan performa terbaik karena masalah stabilitas Desmosedici GP25, yang tak kunjung terpecahkan oleh Ducati Lenovo hingga seri terakhir.
Menyongsong MotoGP 2026, Pecco berharap dapat kembali menunjukkan potensi terbaiknya, terlebih Ducati kini memasuki tahun ke-100 dalam sejarah mereka di dunia balap.
“Saya sangat senang dapat bersatu kembali dengan seluruh Ducati Lenovo Team dan kembali bekerja untuk menjadi salah satu protagonis dan bersenang-senang,” ujar Pecco.
Pecco dijadwalkan mengikuti tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang hingga 5 Februari, sebelum membuka musim 2026 pada GP Thailand yang akan digelar pada 27 Februari mendatang.
Baca Juga: Marc Marquez Prioritaskan Bertahan di Ducati, Buka Opsi Kontrak Baru Dua Musim
(Antara)