- PP PBSI memastikan bahwa keberangkatan tim bulu tangkis Indonesia menuju Swiss Open 2026 tetap aman dan sesuai jadwal meski terjadi eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran.
- Sekjen PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyebut rombongan bertolak pada Sabtu (7/3/2026) menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan transit di Istanbul sebelum mendarat di Basel.
- Pebulu tangkis Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed) sempat menyatakan kekhawatirannya atas situasi keamanan di rute penerbangan, namun ia tetap fokus mempersiapkan diri untuk turnamen di Eropa tersebut.
Suara.com - Konflik geopolitik yang tengah memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belakangan ini memunculkan kekhawatiran terkait mobilitas internasional, tak terkecuali bagi para atlet olahraga.
Di tengah situasi tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan jaminan bahwa skuad Merah Putih akan tetap aman melakukan perjalanan udara menuju Eropa untuk mengikuti ajang Swiss Open 2026.
Sebelumnya, eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memang sempat memicu sejumlah gangguan jadwal penerbangan.
Beberapa maskapai dilaporkan terpaksa membatalkan penerbangan yang melalui rute maupun yang mengharuskan transit di titik-titik seperti Dubai, Doha, hingga Istanbul.
Kondisi inilah yang sempat membuat publik serta para pebulu tangkis nasional merasa waswas akan jadwal keberangkatan mereka.
Meski begitu, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, memastikan bahwa rencana penerbangan tim Indonesia menuju Basel, Swiss, tidak mengalami perubahan dan dipastikan aman.
“Kami memastikan tim Indonesia yang akan berangkat dari Jakarta menuju Swiss berada dalam kondisi aman dan siap menjalani perjalanan panjang," tegas Ricky Soebagdja dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Ricky menjelaskan bahwa rombongan akan diberangkatkan pada hari Sabtu (7/3/2026) menggunakan maskapai Turkish Airlines.
"Tim dijadwalkan bertolak pada Sabtu (7/3) pukul 21.05 dan 23.45 WIB menggunakan Turkish Airlines dengan transit di Istanbul sebelum melanjutkan perjalanan dan mendarat di Basel," tambahnya merinci jadwal tim.
Baca Juga: Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah
Pihak federasi menaruh harapan besar agar seluruh anggota kontingen dapat melewati perjalanan panjang tersebut tanpa hambatan berarti di tengah situasi global yang dinamis.
"Kami berharap seluruh pemain dan ofisial dapat menjalani perjalanan dengan baik, segera beradaptasi dengan kondisi di sana, dan mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi turnamen Swiss Open,” pungkas peraih medali emas Olimpiade 1996 tersebut.
Tim bulu tangkis Indonesia dijadwalkan bakal bertarung di ajang Swiss Open 2026 pada 10-15 Maret, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan turnamen Orleans Masters pada 17-22 Maret mendatang.