- RANS Simba Bogor mengalahkan Satria Muda Pertamina Bandung dengan skor 95-84 pada laga IBL 2026 di Bandung Arena.
- Pertandingan berlangsung sengit hingga babak overtime setelah skor imbang berakhir pada kuarter keempat laga Sabtu lalu.
- Kekalahan terjadi karena Satria Muda gagal mengontrol rebound dan area paint serta kesulitan mengatasi permainan lawan.
Suara.com - Satria Muda Pertamina Bandung harus mengakui keunggulan RANS Simba Bogor dengan skor akhir 95-84 di Bandung Arena, Sabtu (4/4/2026).
Pertandingan kandang Indonesian Basketball League (IBL) 2026 ini berlangsung ketat, bahkan sempat berlanjut ke overtime setelah skor imbang di akhir kuarter keempat.
Namun, dalam overtime Satria Muda tidak mampu mempertahankan momentum dan harus mengakui keunggulan tim tamu.
Setelah pertandingan, pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menilai tim tamu layak meraih kemenangan pada laga tersebut.
"Pertama-tama, selamat kepada RANS Simba Bogor yang layak meraih kemenangan," katanya setelah pertandingan.
"Mereka tampil lebih baik, mencatat 14 offensive rebound, dan mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Djordje Jovicic juga membeberkan penyebab kalahan Satria Muda Pertamina Bandung dari RANS Simba Bogor.
"Kami terlalu membuka ruang pada permainan post-up, dan itu menjadi salah satu alasan utama kekalahan. Bermain back-to-back memang berat, namun tim tetap menemukan energi dan sempat bangkit setelah momentum kembali terjaga," ujarnya.
"Kami bahkan memiliki peluang di serangan terakhir untuk meraih kemenangan, tetapi pada akhirnya RANS tampil lebih solid dan pantas memenangkan laga ini," jelasnya.
Setelah pertandingan tersebut, Djordje Jovicic, akan langsung fokus mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadapi laga selanjutnya.
Selain itu, dengan waktu persiapan yang cukup panjang, Djordje Jovicic akan membenahi kekurangan anak asuhnya agar di laga berikutnya bisa tampil maksimal dan kembali meraih kemenangan.
"Selanjutnya, kami akan menghadapi Pacific Caesar. Dengan jeda hampir 12 hari setelah rangkaian back-to-back ini, kami bertekad memulihkan kondisi dan kembali ke jalur kemenangan," tegasnya.
Sementara itu, pemain Satria Muda Pertamina Bandung, Widyanta Putra Teja, mengungkapkan penyebab timnya kesulitan mengimbangi permainan lawan.
"Kami kurang mampu mengontrol defensive rebound, sehingga lawan mendapatkan banyak kesempatan offensive rebound dan memiliki peluang serangan lebih banyak. Selain itu, kami juga banyak kecolongan di area paint," ucapnya.
"Ditambah foul trouble yang menimpa beberapa pemain, bahkan Jalen hingga foul out. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal hingga akhir, kami kesulitan menguasai area paint dan lawan berhasil memanfaatkannya dengan baik," jelas Widy.