- Garuda Fight Championship akan menyelenggarakan GFC Series 2 di Bali United Studio pada 27 Juni 2026 mendatang.
- Acara tersebut menyajikan 14 pertarungan sport entertainment yang mempertemukan atlet profesional serta influencer dalam konsep Clan KK.
- Gelaran ini bertujuan meningkatkan kualitas tayangan dan jangkauan penonton melalui kolaborasi produksi bersama platform digital RCTI+.
Suara.com - Dunia tinju Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Setelah sukses besar lewat gelaran Garuda Fight Championship (GFC) bertajuk 'For Revenge', kini bersiap naik level melalui GFC Series 2 yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Bali United Studio.
Event sebelumnya pada Oktober 2025 menjadi titik balik kebangkitan tinju di Tanah Air.
Tak hanya menghadirkan pertarungan sengit, “For Revenge” juga sukses menggabungkan elemen hiburan yang kuat.
Melanjutkan momentum tersebut, GFC Series 2 hadir dengan konsep yang lebih besar dan matang. Total 14 pertarungan akan tersaji, menggabungkan petinju profesional hingga influencer fight dalam satu panggung sport entertainment.
Mengusung tema 'Clan KK vs Everyone', GFC Series 2 menyajikan rivalitas panas antara dua kubu dengan karakter bertolak belakang.
Clan KK dikenal dengan gaya brutal, agresif, dan tanpa kompromi sejak ronde awal. Di sisi lain, kubu “Everyone” tampil dengan pendekatan lebih taktis, disiplin, dan penuh perhitungan.
Sorotan utama tentu mengarah pada partai puncak Aziz vs KKajhe. Duel pro boxing lima ronde ini diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling panas tahun ini. Selain itu, laga Kkungke vs Adhi sebagai Co-Main Event juga siap menambah tensi panas di atas ring.
Aziz dikenal sebagai petarung dengan gaya agresif eksplosif, kombinasi teknik cepat, serta pengalaman bertanding di level internasional. Ia membawa mental juara dan kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan.
Sementara itu, KKajhe hadir dengan stamina tinggi, tekanan konstan, dan semangat juang tanpa henti. Gaya striking keras khas Muay Thai membuatnya mampu membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
Helmi Darajat Arifin, Promotor & CEO Garuda Fight Championship, menegaskan bahwa keberhasilan event sebelumnya menjadi fondasi kuat untuk GFC Series 2.
"Kesuksesan ‘For Revenge’ menunjukkan bahwa tinju Indonesia kembali diminati. Di GFC Series 2, kami ingin menghadirkan level yang lebih tinggi baik dari sisi kualitas pertandingan maupun experience penonton. Ini bukan sekadar fight, ini adalah duel pembuktian," tegasnya.
Sementara itu, Laurend Hutagalung, Promotor & Co-CEO GFC, menyebut lineup kali ini sebagai salah satu yang paling solid.
"Kami menghadirkan 14 pertarungan dengan kombinasi atlet profesional dan influencer. Ini adalah format sport entertainment yang membuat GFC relevan dengan audience saat ini sekaligus tetap menjaga kualitas fight.”
Dari sisi penyiaran dan pengalaman digital, Ade Rachman selaku Deputy COO RCTI+ memastikan peningkatan signifikan di berbagai aspek.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari event sebelumnya. Untuk GFC Series 2, kami memastikan seluruh aspek mulai dari produksi, distribusi, hingga pengalaman penonton naik level. Ini akan menjadi benchmark baru untuk event fight di Indonesia.”