- Pebasket RANS Simba Bogor, Surliyadin, resmi menjadi anggota TNI AD melalui jalur prestasi Program Khusus Perwira Karier.
- Pencapaian ini diraih setelah ia membantu timnas basket Indonesia meraih medali perunggu pada SEA Games 2025 Thailand.
- Surliyadin kini menyandang pangkat Letnan Dua dan tetap diizinkan berkompetisi di liga profesional setelah menyelesaikan pendidikan militer.
Suara.com - Pebasket IBL dari tim RANS Simba Bogor, Surliyadin, resmi memulai babak baru dalam hidupnya. Ia berhasil bergabung menjadi anggota TNI Angkatan Darat (AD) melalui jalur prestasi olahraga.
Kesempatan emas ini diraih Surliyadin setelah sukses membantu timnas bola basket Indonesia membawa pulang medali perunggu pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Ia lolos melalui Program Khusus Perwira Karier (Proksus PAPK) TNI AD, sebuah skema khusus bagi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di level internasional.
"Awalnya informasi terkait program ini memang cukup mendadak, terutama untuk cabang bola basket dan saya sempat membagikan informasi ini kepada rekan-rekan atlet SEA Games lainnya," kata Surliyadin di Jakarta.
Program ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemerintah Indonesia bagi para atlet berprestasi. Syarat utamanya adalah memiliki latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1).
Dalam prosesnya, sebanyak 21 atlet dari berbagai cabang olahraga mengikuti seleksi yang sangat ketat, termasuk dari cabang bola basket yang diwakili oleh Surliyadin.
Pemain yang berposisi sebagai center ini melewati serangkaian tahapan, mulai dari seleksi fisik hingga pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Kodiklat TNI AD di Serpong.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia dilantik di Mabes TNI Cilangkap dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Surliyadin pun menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI.
"Ke depan, saya harus bisa menjalankan semua kewajiban dengan baik, terutama dalam membagi waktu," ujar Surliyadin mengenai tanggung jawab barunya.
Melalui program Proksus PAPK, para atlet tetap diberi ruang untuk aktif berkompetisi di liga profesional seperti IBL meski telah menyandang status sebagai prajurit.
Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi para atlet nasional agar bisa mendapatkan jaminan karier masa depan tanpa harus meninggalkan dunia olahraga yang mereka cintai.
(Antara)