- AJ Bramah tampil memukau sebagai pahlawan Pacific Caesar Surabaya dengan torehan 32 poin, 20 rebound, dan 9 assist yang nyaris menyentuh rekor triple-double.
- Kemenangan 98-74 ini sukses menuntaskan dendam Pacific atas Satya Wacana yang sebelumnya memberikan satu-satunya kekalahan memalukan musim ini.
- Kekalahan ini membuat Satya Wacana Salatiga makin terbenam di dasar klasemen sementara IBL GoPay 2026 akibat penyelesaian akhir yang sangat buruk.
Suara.com - Bintang Pacific Caesar Surabaya, AJ Bramah, sukses membuktikan kapasitasnya sebagai MVP IBL All-Star 2026 dengan mencatatkan statistik mengerikan saat menghancurkan pertahanan Satya Wacana Salatiga.
Pemain impor asal Amerika Serikat tersebut nyaris menorehkan triple-double demi menuntaskan misi balas dendam timnya di IBL 2026.
Kemenangan krusial ini sekaligus menyelamatkan wajah tuan rumah dari potensi rasa malu setelah sebelumnya sempat secara mengejutkan takluk di tangan tim juru kunci klasemen tersebut.
Pertandingan pembuka pekan ke-11 yang berlangsung panas di GOR Pacific, Surabaya, pada Rabu (15/4/2026) malam akhirnya dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor telak 98-74.
Hasil positif ini menjadi penebusan dosa yang sempurna bagi skuad asuhan Andika Supriadi Saputra karena sebelumnya mereka adalah satu-satunya tim yang berhasil dikalahkan oleh Satya Wacana musim ini.
Agresivitas Skuad Pacific Caesar Mengunci Kemenangan
![AJ Bramah cetak statistik mengerikan nyaris triple-double, bawa Pacific Caesar Surabaya balaskan dendam atas Satya Wacana Salatiga di ajang IBL GoPay 2026. [Dok. Pacific Caesar Surabaya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/63599-aj-bramah.jpg)
Tampil sangat dominan sejak menit awal, AJ Bramah menjelma menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan dengan torehan 32 poin, 20 rebound, dan sembilan assist.
Pemain berpostur kekar ini hanya kekurangan satu operan berbuah poin lagi untuk mencetak triple-double dalam pertandingan malam tersebut.
Menyitat laman resmi IBL, tingkat akurasi tembakan Bramah juga terbilang sangat mematikan karena ia berhasil memasukkan 13 bola dari total 24 percobaan di lapangan pertandingan.
Torehan individu yang luar biasa ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh rekan-rekan setimnya yang tampil sama beringasnya sepanjang jalannya kuarter demi kuarter.
Pemain lokal berbakat, Daffa Doifullah, turut memanaskan area paint ring lawan dengan sumbangan 20 poin penting untuk menjaga ritme keunggulan tim tuan rumah.
Sementara itu, Xavier Cannefax sukses melengkapi ketajaman lini serang lewat sumbangan 19 poin, delapan assist, dan tambahan enam rebound dari sisi luar lapangan.
Kebangkitan Kuarter Kedua Jadi Kunci Utama
Dominasi Pacific Caesar Surabaya semakin terlihat nyata lewat efektivitas serangan yang berhasil membukukan 44 poin murni dari penetrasi di area bawah ring.
Hujan 13 tembakan tiga angka yang dilepaskan secara presisi oleh para penembak jitu tuan rumah benar-benar meruntuhkan mental bertanding skuad tamu.