- Pebulu tangkis Hong Kong, Angus Ng Ka Long, mengungkapkan bahwa ia memiliki darah keturunan Indonesia dari neneknya asal Surabaya.
- Angus memanfaatkan waktu selama turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2026 di Istora Senayan untuk menikmati berbagai kuliner lokal.
- Langkah Angus dalam turnamen tersebut terhenti pada babak 16 besar setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen.
Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Hong Kong, Angus Ng Ka Long, selalu memiliki ikatan emosional yang kuat setiap kali menginjakkan kaki di Tanah Air.
Berlaga di ajang BWF Super 1000 Indonesia Open 2026, publik kembali diingatkan pada fakta menarik bahwa atlet berusia 31 tahun tersebut ternyata memiliki darah keturunan Indonesia.
Ikatan batin itu berasal dari garis keturunan sang nenek yang merupakan warga Indonesia sebelum akhirnya bermigrasi ke China.
Di sela kesibukannya bertanding di Istora Senayan, Angus membagikan kisah silsilah keluarganya yang jarang diketahui publik.
Punya Nenek Asal Surabaya
![Angus Ng Ka Long mengungkap kisah neneknya yang berasal dari Surabaya. Pebulu tangkis Hong Kong itu juga mengaku menyukai Sop Buntut dan Soto Ayam. [Dok. Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/37759-angus-ng-ka-long-punya-nenek-orang-indonesia.jpg)
Pemain yang sempat menghuni jajaran elite tunggal putra dunia itu mengonfirmasi bahwa sang nenek berasal dari Jawa Timur, tepatnya Surabaya.
"Ya, nenek saya sebenarnya adalah orang Tionghoa-Indonesia, dan dia memiliki beberapa kerabat yang tinggal di Surabaya," ungkap Angus Ng Ka Long kepada Suara.com dan awak media di mixed zone Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Meski memiliki kerabat di Surabaya, perpindahan keluarga tersebut terjadi jauh sebelum Angus maupun ibunya lahir.
"Nenek saya pindah ke China, seingat saya, sebelum melahirkan ibu saya. Jadi itu terjadi sudah sangat awal, sudah lama sekali," jelasnya.
Meski lahir dan besar di Hong Kong, warisan budaya Indonesia ternyata tetap mengalir dalam dirinya, terutama dalam urusan kuliner.
Berkat sang nenek, lidah Angus sudah sangat akrab dengan kekayaan rempah masakan Indonesia sejak kecil.
Karena itu, setiap kali mengikuti turnamen di Jakarta, berburu kuliner lokal selalu menjadi agenda wajib bagi Angus.
"Makanan Indonesia favorit saya pastilah Sop Buntut," ujar Angus saat ditanya mengenai hidangan kesukaannya.
Kecintaannya terhadap kuliner Indonesia tidak berhenti di situ. Ia juga memiliki beberapa menu favorit lainnya.
"Saya selalu makan Sop Buntut, Soto Ayam, dan satu hidangan penutup yang paling saya sukai di Indonesia adalah Pisang Goreng," bebernya sambil tersenyum.
Langkah Terhenti di Babak 16 Besar
Sementara itu, perjalanan Angus Ng Ka Long di Indonesia Open 2026 harus terhenti pada babak 16 besar.
Bermain di bawah dukungan penonton Istora Senayan yang begitu antusias, Angus terlibat pertarungan sengit melawan wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen.
Setelah melalui laga rubber game yang menguras tenaga, Angus harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 15-21, 21-16, dan 14-21.
Meski gagal melangkah lebih jauh, keramahan publik Indonesia serta cita rasa Sop Buntut, Soto Ayam, dan Pisang Goreng dipastikan akan selalu membuat Angus rindu untuk kembali ke Tanah Air.