- Bogor Hornbills kalah 87-90 dari Pelita Jaya melalui babak overtime di GMSB, Jakarta, Jumat (19/6) malam.
- Hornbills kehilangan keunggulan sembilan poin di akhir kuarter keempat akibat penurunan fokus dan kesalahan pengambilan keputusan.
- Kekalahan ini membuat Hornbills tertinggal 0-1 dan harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi Game 2 hari Minggu.
Suara.com - Bogor Hornbills harus menelan pil pahit pada Game 1 Final IBL 2026 setelah kemenangan yang sudah di depan mata lepas pada momen-momen krusial.
Sempat unggul sembilan poin saat kuarter keempat menyisakan sekitar 2,5 menit, Hornbills akhirnya takluk 87-90 dari Pelita Jaya Jakarta melalui babak overtime di GMSB, Jakarta, Jumat (19/6) malam.
Kekalahan dramatis tersebut membuat tim asuhan Cesar Camara tertinggal 0-1 dalam seri final berformat best-of-five. Sang pelatih pun langsung menyoroti hilangnya fokus pemain pada dua menit terakhir sebagai penyebab utama lepasnya kemenangan.
Cesar Camara Soroti Detail Kecil di Momen Penentuan
Cesar Camara mengaku kecewa karena timnya gagal menjaga konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
"Kami harus menemukan cara yang lebih bagus untuk menutup pertandingan karena kesempatan untuk menang sebenarnya ada sampai menit-menit terakhir kuarter keempat," ujar Camara.
Pelatih asal Spanyol itu menilai sebagian besar rencana permainan berjalan sesuai harapan. Namun, sejumlah detail kecil dan keputusan yang kurang tepat di akhir pertandingan membuat Hornbills kehilangan kendali atas laga.
Beberapa serangan yang dieksekusi terburu-buru membuat peluang untuk mengunci kemenangan terbuang sia-sia. Di sisi lain, Pelita Jaya mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul untuk memangkas ketertinggalan.
Camara juga menilai kontribusi pemain lokal Pelita Jaya pada momen-momen krusial menjadi faktor pembeda dalam pertandingan tersebut.
Keunggulan 9 Poin Sirna dalam Hitungan Menit
Hornbills sebenarnya berada di posisi ideal untuk mengamankan kemenangan setelah membuka jarak sembilan angka saat kuarter keempat memasuki dua setengah menit terakhir.
Namun, tekanan agresif dari Pelita Jaya perlahan menggoyahkan ketenangan tim tamu. Kesalahan demi kesalahan mulai muncul, baik dalam penguasaan bola maupun pengambilan keputusan.
Momentum pun berbalik. Pelita Jaya sukses memangkas defisit hingga menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
"Hal-hal kecil pada menit akhir pertandingan menjadi pelajaran penting, karena lawan mampu menghukum dari setiap kesalahan yang kami buat," kata Muhammad Fhirdan Guntara.
Pemain andalan Hornbills itu mengakui timnya kurang maksimal dalam menjaga momentum saat tekanan pertandingan meningkat.
Fokus Bangkit di Game 2
Meski kecewa, Hornbills tak ingin larut dalam hasil buruk tersebut. Fhirdan menegaskan seluruh pemain akan segera melakukan evaluasi demi bangkit pada pertandingan berikutnya.
Tim pelatih kini fokus membenahi efektivitas serangan, pengambilan keputusan di bawah tekanan, serta aspek mental yang menjadi sorotan utama setelah Game 1.
Camara juga meminta para pemain tetap tenang dan lebih klinis ketika mendapatkan peluang pada situasi-situasi krusial.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah penting sebelum kembali menghadapi Pelita Jaya pada Game 2 yang dijadwalkan berlangsung di venue yang sama pada Minggu (21/6).
Kemenangan menjadi target mutlak bagi Hornbills untuk menyamakan kedudukan sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara IBL 2026.
Debut Final yang Penuh Pelajaran
Final IBL 2026 menjadi penampilan perdana Bogor Hornbills di partai puncak kompetisi basket tertinggi Indonesia. Karena itu, kekalahan dramatis pada laga pembuka menjadi pelajaran berharga bagi tim yang tengah menjalani sejarah baru tersebut.
Dengan format best-of-five, Hornbills masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Namun, mereka harus segera memperbaiki kelemahan yang terlihat pada Game 1, terutama dalam menjaga fokus hingga detik terakhir pertandingan.
Comeback impresif Pelita Jaya menjadi bukti bahwa kelengahan sekecil apa pun dapat berujung fatal di level final. Kini, Hornbills dituntut menunjukkan respons positif jika ingin menjaga mimpi meraih trofi juara musim ini tetap hidup, demikian Antara.