- Tim voli putra Indonesia menyelesaikan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di posisi ke-12 setelah bertanding di Jepang.
- Indonesia dikalahkan Kazakhstan dengan skor 1-3 pada pertandingan perebutan peringkat sembilan hingga duabelas hari Sabtu.
- Kazakhstan memastikan kemenangan berkat keunggulan total perolehan poin serta efektivitas serangan yang lebih baik daripada Indonesia.
Suara.com - Tim voli putra Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan berada di peringkat ke-12.
Hasil itu didapat setelah Skuad Merah Putih kalah 1-3 dari Kazakhstan pada perebutan peringkat 9-12 di Park Arena, Komaki, Jepang, Sabtu.
Indonesia sebenarnya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Tim asuhan Reidel Toiran mampu merebut set pertama dengan skor ketat 25-23.
Kazakhstan kemudian memberikan respons pada set kedua. Mereka menang dengan skor identik 25-23 sehingga kedudukan kembali imbang 1-1.
Memasuki set ketiga, permainan Kazakhstan semakin dominan. Indonesia kesulitan mengimbangi tekanan lawan hingga akhirnya menyerah 18-25.
Situasi tidak banyak berubah pada set keempat. Kazakhstan kembali mampu mengatasi perlawanan Indonesia dengan skor 25-20 sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Secara statistik, perolehan poin dari kesalahan lawan kedua tim relatif berimbang. Kazakhstan mendapatkan 31 poin, sedangkan Indonesia sedikit lebih banyak dengan 32 poin.
Namun, Kazakhstan lebih unggul dalam total perolehan poin dengan 98 angka berbanding 86 milik Indonesia. Keunggulan tersebut turut terlihat dari efektivitas serangan.
Kazakhstan mencatat 53 spike sukses dari 96 percobaan dengan efektivitas 56 persen.
Sementara itu, Indonesia membukukan 47 spike sukses dari 95 percobaan atau memiliki efektivitas 50 persen.
Pada sektor servis, Kazakhstan juga lebih tajam. Mereka menghasilkan empat poin langsung dari servis, sedangkan Indonesia hanya mampu mencatat satu poin.
Meski demikian, Indonesia memiliki keunggulan dalam beberapa aspek permainan.
Tim Merah Putih mencatat 76 reception, lebih banyak dibandingkan Kazakhstan yang mengoleksi 70 reception.
Indonesia juga lebih efektif dalam melakukan blok.
Dari 42 percobaan, Indonesia menghasilkan 10 poin dengan efektivitas 24 persen, sedangkan Kazakhstan hanya mencatat enam poin blok dari 47 percobaan atau 13 persen.
Namun, Kazakhstan lebih baik dalam menyelamatkan bola dari serangan lawan.
Mereka mencatat 18 dig sukses dari 33 percobaan dengan efektivitas 55 persen, sementara Indonesia membukukan 15 dig dari 34 percobaan atau 45 persen.
Kekalahan tersebut memastikan Indonesia menutup persaingan voli putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di peringkat ke-12.
Perjalanan Tim Merah Putih pun berakhir setelah gagal mengatasi Kazakhstan dalam laga penentuan posisi tersebut. [Antara]