- Gubernur Aichi Hideaki Omura mengkritik keras video keluhan makanan Thailand pada 6 Oktober 2026.
- Panitia AINAGOC menyatakan bahwa makanan dalam video viral tersebut bukan disediakan oleh pihak penyelenggara.
- Penyelenggaraan Asian Games 2026 juga menghadapi masalah akomodasi dan transportasi yang memicu permintaan maaf.
Suara.com - Perseteruan antara Jepang dan Thailand dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 kembali memanas.
Gubernur Aichi sekaligus Ketua Panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC), Hideaki Omura, melontarkan kritik keras terhadap pihak Thailand terkait video keluhan makanan yang viral selama ajang berlangsung.
Omura bahkan menyebut tindakan pihak Thailand sudah keterlaluan. Ia mengaku berharap orang-orang yang membuat dan menyebarkan konten tersebut tidak kembali datang ke Jepang.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Omura dalam konferensi pers pada 6 Oktober 2026.
Ia kembali menyinggung video yang diunggah akun Facebook Teqball Thailand Inside saat tim teqball Thailand mengikuti Asian Games ke-20.
![Pemain Timnas Argentina bermain Teqball dalam sesi latihan pada 26 Juni 2021. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/22/78033-teqball.jpg)
Dalam video tersebut, pelatih tim teqball Thailand mengeluhkan porsi makanan yang dianggap terlalu sedikit.
Ia memperlihatkan menu berupa nasi, sup, tiga potong ayam, brokoli, serta makanan yang menyerupai mi goreng.
“Jumlahnya hanya sedikit,” ujar pelatih Thailand dalam video tersebut sambil mengeluhkan bahwa dirinya seperti harus makan nasi dan sayuran setiap hari.
Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan diberitakan sejumlah media internasional.
Keluhan tersebut turut dikaitkan dengan masalah pelayanan dan konsumsi selama Asian Games 2026.
Namun, AINAGOC kemudian membantah bahwa makanan yang ditampilkan dalam video tersebut disediakan oleh panitia Asian Games.
Pada 22 September, panitia mengeluarkan pernyataan resmi untuk menegaskan bahwa makanan di lokasi pertandingan teqball bukan tanggung jawab mereka.
Hal inilah yang membuat Omura semakin geram.
Menurutnya, video tersebut telah memberikan kesan buruk terhadap penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya, meski makanan yang dipermasalahkan ternyata tidak disediakan oleh panitia utama.
“Saya sempat berpikir, apakah mereka datang ke sini untuk mencari penonton?” kata Omura seperti dikutip Mainichi.
Ia kemudian melontarkan pernyataan yang jauh lebih keras.
“Saya bertanya-tanya untuk apa mereka datang ke sini. Saya berharap orang-orang seperti itu tidak datang ke Jepang lagi,” ujarnya.
Meski membantah persoalan makanan tim teqball Thailand, penyelenggaraan Asian Games 2026 tetap menghadapi sejumlah masalah logistik.
Jepang awalnya mempersiapkan fasilitas untuk sekitar 15.000 atlet dan ofisial, tetapi jumlah pendaftar kemudian meningkat menjadi sekitar 17.000 orang.
Reuters sebelumnya melaporkan adanya sejumlah masalah akomodasi, termasuk kamar yang dipesan ganda atau ditempati orang yang tidak sesuai.
Gangguan transportasi juga dilaporkan memengaruhi aktivitas latihan dan pertandingan sejumlah kontingen.
Sekretaris Jenderal panitia, Satoshi Murate, bahkan telah meminta maaf atas berbagai kesalahan terkait akomodasi dan transportasi.
Ketua Komite Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, juga mengakui penyelenggara perlu mengevaluasi persiapan Asian Games 2026.