-
Restoran Thailand dinilai lebih populer di luar negeri dibanding Indonesia.
-
Salah satunya karena Pemerintah Thailand berikan dukungan besar lewat program promosi kuliner.
-
Kuliner Indonesia butuh strategi global agar menjadi pilihan utama.
Suara.com - Kaya akan kuliner tradisional tidak lantas membuat masakan Indonesia diburu. Bahkan chef menyebutkan restoran Thailand lebih populer di luar negeri dibanding restoran Indonesia.
Fakta ini diungkap Owner Antarasa, Chef Arcad Fadillah yang mendapati turis mancanegara lebih pilih restoran Thailand dibanding Indonesia. Fenomena ini dilihatnya langsung di berbagai negara wilayah Eropa hingga Asia.
"Saya hidup lama di luar, Thai food itu ada di mana-mana, kata Chef Arcad saat momen transformasi Antarasa, Reimagined di One Satrio, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut Chef Arcad, salah satu alasan kepopuleran restoran asal Negeri Gajah Putih terjadi karena restoran Thailand hadir dalam berbagai segmen, mulai dari restoran sederhana hingga restoran mewah.
"Kalau misalnya di luar itu restoran Thai itu lebih banyak yang pinggiran jalan ada, yang mewahnya ada, yang mediumnya ada," ujarnya.
![Owner Antarasa, Chef Arcad Fadillah. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/89833-owner-antarasa-chef-arcad-fadillah.jpg)
Chef Arcad yang pernah bekerja dan tinggal di sejumlah negara Eropa hingga Asia dan bekerja di group perhotelan internasional mengatakan, kondisi ini berbeda dengan restoran Indonesia di luar negeri yang masih banyak menyasar komunitas Indonesia.
"Restoran Indonesia di luar itu lebih banyak cuma sebagai community place," tutur Chef Arcad.
Namun kini, ia melihat kondisi tersebut mulai berubah. Menurutnya, makanan Indonesia perlahan mulai masuk ke hotel-hotel berbintang dan restoran dengan konsep yang lebih serius di luar negeri. Namun, kuliner Indonesia dinilai belum sepenuhnya menjadi pilihan utama atau top of mind masyarakat lokal di negara lain.
"Baru sekarang ini saya lihat makanan Indonesia baru mulai masuk ke hotel bintang lima. Punya restoran bagus di sana," katanya.
"Tapi itu pun ya begitu aja. Nggak sampai top of mind orang sana mau makan di restoran Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Chef Arcad, orang asing yang memilih restoran Indonesia biasanya memiliki pengalaman atau hubungan tertentu dengan Indonesia. Misalnya, pernah berkunjung ke Indonesia atau memiliki kedekatan dengan orang Indonesia sehingga sudah mengenal cita rasa kulinernya.
"Kecuali misalnya dia punya historical sama Indonesia. Maksudnya pernah ke Indonesia, punya pacar dari Indonesia, atau untuk acara apa gitu. Maksudnya ada historical-nya sama Indonesia dan dia tahu rasanya, makanya mereka pasti datang,” jelasnya.
Chef Arcad menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kuliner Indonesia agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi pilihan masyarakat global.
Ia sendiri berharap konsep makanan Indonesia dapat terus dikembangkan tanpa kehilangan karakter rasa Nusantara. Ini juga jadi alasan ia membuka Antarasa, restoran modern yang menghadirkan kehangatan cita rasa kampung halaman, dan kini sudah tersedia di One Satrio, Jakarta dan Grand Kota Bintang, Bekasi.
"Siapa tahu saya bisa buka Antarasa di Singapura. Jadi saya bisa jadi ambassadornya Indonesian cuisine," ungkap chef profesional senior asal Sumatera itu setengah berkelakar.