Sukabumi.suara.com – Imbas dari kenaikan harga BBM, sebelumnya diketahui jika ada berbagai angkotan kota (angkot) di berbagai wilayah yang melakukan penyesuaian tarif. Namun tak hanya angkot, terbaru transportasi lain yakni bus antar kota antar provinsi (AKAP) ikut melakukan hal serupa.
Diketahui jika penyesuaian berupa kenaikan tarif bus AKAP dilakukan dengan rentang harga yang beragam, yakni di kisaran 30-50 persen. Hal tersebut diungkap oleh Roby, salah seorang karyawan PO Bus Zentrum juga telah memberlakukan kenaikan tarif.
"PO saya naik Rp20 ribu. Biasanya jual Rp150 ribu, sekarang jadi Rp170 ribu untuk tujuan Pemalang," ujarnya, mengutip Suara.com, Minggu (4/9/2022).
Meski begitu, Roby mengungkap bahwa para penumpang mengaku tidak merasa keberatan akan kenaikan tarif yang terjadi
"Penumpang gak keberatan, mereka paham kalau solar naik tiket juga naik," tambah Roby.
Sementara itu saat ditanya mengenai adakah perubahan dari segi penumpang yang berkurang, dirinya juga mengungkap belum ada perubahan yang signifikan.
"Kalau berkurang (jumlah penumpang) belum kelihatan karena kan naiknya juga baru," imbuhnya.