Umumnya hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali dengan menggunakan kalender Bali.
Adapun rangkaian acara pada hari raya Galungan berupa Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Hari Penyekeban, Hari Penyajaan, Hari Penampahan, Hari Raya Galungan, Hari Umanis Galungan, Hari Pemaridan Guru, Ulihan, Hari Pemacekan agung, Hari Raya Kuningan dan Hari Pegat Wakan.
4. Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan umumnya dirayakan oleh umat Hindu Darma Bali, yang dilakukan pada hari Sabtu (Saniscara), Kliwon, Wuku Kuningan. Dalam perayaannya dilaksanakan 210 hari sekali dengan penanggalan kalender Bali, yang umumnya jatuh setelah 10 hari Galungan.
Pada hari Kuningan, umumnya umat Hindu Bali akan membuat nasi kuning yang ditujukan sebagai lambang kemakmuran dan dihaturkan sesaji sebagai tanda terima kasih dan suksmaning idep sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan kepada umatnya atas dasar cinta-kasihnya.
5. Hari Raya Saraswati
Hari raya Saraswati umumnya akan diperingati sebagai hari turunya ilmu pengetahuan. Umat Hindu Bali akan merayakan hari raya ini setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Legi (Umanis), Watugunung. Di hari ini umat Hindu melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.
6. Hari Raya Banyu Pinaruh
Banyu pinaruh merupakan upacara yadnya yang dilakukan setelah hari raya Saraswati, tepatnya Saniscara Umanis Watugunung yang dilakukan dengan tujuan pembersihan dan kesucian diri.
Biasa umat Hindu Bali akan melaksanakan ritual melukat atau pembersihan diri di pemandian suci ataupun di segara. Kemudian akan diakhiri dengan menyantap nasi Dira atau nasi Yasa (nasi berwarna kuning) yang sebelumnya telah dipersembahkan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
7. Hari Raya Pagerwesi
Hari Raya Pagerwesi merupakan hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia. Umumnya hari raya ini akan diperingati pada hari Rabu Kliwon wuku Sinta. Hari ini dirayakan untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sang Hyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta).
Hari raya ini umumnya akan diperingati dengan melakukan persembahyangan, mulai dari Sanggah/Merajan (tempat sembahyang di sekitar rumah) hingga ke Pura.