Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande (SP3C), Benteng Pelestarian Silat Tradisi dan Inkubator Aktivis Pelestarian Alam di Kaki Gunung Pangrango

Sukabumi Suara.Com
Rabu, 19 Oktober 2022 | 09:18 WIB
Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande (SP3C), Benteng Pelestarian Silat Tradisi  dan Inkubator Aktivis Pelestarian Alam di Kaki Gunung Pangrango
Cimande Day 1 (Cisadane Resik)

Bangunan tersebut bernuansa alami, terkecuali tampak beberapa Banner kegiatan yang menampilkan beberapa logo lembaga atau organisasi. Selebihnya tampak  lantai tanah yang bergerindil, bisa dipastikan bekas kaki tanpa alas. Sekilas mengingatkan pada lantai batu yang melesak ke tanah  pada film dokumenter para Rahib Shaolin. Tidak seperti itu, namun bekas hentakan kuda-kuda memang nampak terlihat jelas. Mungkin jika bukan lantai tanah yang sering disapu dan disirami air agar tidak berdebu nasibnya akan seperti lantai perguruan para pendekar Shaolin di Cina.

Lantai tanah tersebut dibatasi beberapa tepas, terlihat ada beberapa tepas (semacam kamar yang terbuka depannya, dan dibatasi dinding setengahnya untuk batas antaranya), ada tepas waditra yang berisi peralatan musik. Peralatan musik yang terlihat adalah peralatan pendukung latihan Silat, seperti kendang, tarompet, dan gong. Terlihat di depan ada tepas utama, bisa dipastikan sebab ukurannya jauh lebih besar, kemudian banyak properti yang menunjukan bahwa memang keberadaannya perlu menonjol dibandingkan tepas yang lain. 

Struktur bangunan didominasi dengan bambu, mulai dari tiang sampai dengan bilik / gedek. Bangunan tempat latihan yang berlantai tanah dan bangunan tepas hampir sama didominasi bambu.  Berbeda dengan yang lain, toilet yang nampak dibangun menggunakan bata, Kakusnya pun dipasangi yang berbahan keramik. Bisa dimaklumi sebagian orang sangat mementingkan higentintas. 

Acara Milad Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande [SP3C]
Acara Milad Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande (sumber: SP3C)

Silat Cimande saat ini terdiri dari aliran, ada yang masih mengajarkan pada keturunan atau trah serta kegiatan latihannya hanya dilakukan malam hari. Bahkan latihannya pun mengenakan sarung. Biasanya disebut dengan berlatih Kelid. Kegiatan berlatih ini masih ada dan sebagian dilaksanakan juga di pesantren-pesantren. 

Penca Cimande yang berasal dari Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Cimande, Kampung Tarikolot. Silat Cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua yang telah mempengaruhi berbagai aliran silat dan perguruan di Indonesia. Menurut narasumber yang merupakan pendekar silat Cimande, para sesepuh dan Guru Besar silat Cimande di Tarikolot sepakat bahwa penemu dan pencipta aliran silat Cimande adalah eyang Kaher.

Perguruan Silat Cimande yang nampak ke publik terbagi menjadi 2, yaitu pertama Perguruan Silat Tradisi. Perguruan ini ditandai dengan tidak pernah mengikuti acara lomba (kompetisi) silat. 

SP3C termasuk kedalam perguruan silat tradisi. Siswa perguruan didominasi anak-anak kecil yang menimba ilmu silatnya dengan tujuan meningkatkan kemampuan membela diri dengan berpegang teguh pada pendidikan karakter yang berdasar pada patokan Taleq

Acara yang baru  saja dilakukan adalah Milad atau ulang tahun SP3C. Kegiatan ini diisi mulai dengan acara mencuci kaki ibu masing-masing pelajar pesilat. Filosofis kegiatan ini adalah penghormatan terhadap orang tua dimulai dengan menghormati Ibu selaras dengan ajaran Islam. 

Kegiatan ini dihadiri Mayjen TNI (Purn.) Eddie Marzuki Nalapraya ketua Umum IPSI tahun 1981. Dalam kegiatan tersebut Bapak Eddi Nalapraya menyerahkan duplikat piagam penetapan pencak Silat oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia tak benda. 

Baca Juga: Mantan Kades di Sukabumi Terbukti Korupsi APBD Desa untuk Bangun Rumah

kemudian Ki Daus, selama ini dikenal sebagai artis serba bisa yang menguasai pencak silat. Beliau fokus melestarikan Silat aliran Sera. Walaupun sudah berumur, gerakan yang dilakukannya sangatlah lincah. Menandakan kondisi tubuhnya yang masih sehat prima. 

Selain kedua tokoh tersebut, datang perwakilan-perwakilan dari berbagai perguruan silat di Indonesia, dan lembaga-lembaga yang pernah berinteraksi dengan SP3C. Jumlah peserta yang datang tidak kurang dari seribu orang. Setidaknya itu yang bisa dihitung dari jumlah konsumsi yang dibagikan. 

Ki Daus artis sekaligus Pelestari Pencak Aliran Sera [SP3C]
Ki Daus artis sekaligus Pelestari Pencak Aliran Sera (sumber: SP3C)

Taleq ini merupakan kode etik yang harus ditaati dan oleh semua pesilat dan perguruan Cimande dengan sebaik baiknya.Taleq berasal dari Bahasa Sunda yang berarti kesanggupan untuk memenuhi dalam kata lain sumpah. Maknanya sendiri untuk Taleq Cimande adalah pernyataan sebagai kesanggupan bagi para murid yang akan menuntut ilmu Silat Cimande melaksanakan aturan (kode etik) tersebut sebelum mendapat pelajaran silat lebih lanjut. Didalam Taleq Cimande terkandung nilai–nilai agung kemanusiaan, keluhuran budi pekerti, dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Isi dari 14 Taleq Cimande adalah sebagai berikut:

  1. Harus taat dan taqwa kepada Allah dan Rasulnya.
  2. Jangan melawan kepada Ibu dan Bapak.
  3. Jangan melawan kepada Guru dan Ratu (pemerintah).
  4. Jangan berjudi dan mencuri.
  5. Jangan ria, takabur, dan sombong.
  6. Jangan berbuat zinah.
  7. Jangan bohong dan licik.
  8. Jangan mabuk-mabukkan dan menghisap madat.
  9. Jangan jahil menganiaya sesama makhluk Allah.
  10. Jangan memetik tanpa izin, mengambil tanpa meminta.
  11. Jangan suka iri hati.
  12. Jangan suka tidak membayar hutang.
  13. Harus sopan santun rendah hati, ramah tamah, dan saling menghargai sesama manusia.
Mencuci kaki ibu dilakukan saat ulang tahun Saung Pelestarian penca [SP3C]
Mencuci kaki ibu dilakukan saat ulang tahun Saung Pelestarian penca (sumber: SP3C)

Kegiatan besar pertama terkait lingkungan  yang dilakukan oleh SP3C adalah Cimande Day 1 yang dikenalkan pada kegiatan Cisadane Resik Vol.9 yang mengambil tema Merawat Tradisi Alam Bakti Lestari. Sebagai salah satu anggota Forum Cisadane Resik SP3C menjadi penggerak kegiatan untuk di wilayah Kecamatan Caringin. 

Sebagai tuan rumah kegiatan, Saung Penca berhasil menghadirkan sekitar seribu pesilat, tidak termasuk orang tua dari para pesilat tersebut. Lebih dari 30 perguruan silat datang dari Wilayah Bogor, Depok, Tangerang bahkan Bandung dan Sukabumi. Sebuah prestasi yang mencengangkan. 

Selain dari perguruan silat, anggota forum Cisadane Resik pun tetap hadir. Perwakilan dari SMA, SMA, MA, bahkan dari SMP sederajat dan ormas pun hadir. Mereka selalu hadir sampai dengan terakhir dilaksanakan Cimande Day 4. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI