- Hutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruag lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung.
Sehingga, gelombang dan pasang surut yang datang menjadi salah satu ancaman terjadinya banjir rob dan wilayah pesisir dengan mudahnya diterjang oleh air yang datang.
3. Penggunaan Air Tanah Yang Berlebih
Penggunaan air tanah secara berlebih berdampak pada permukaan lapisan tanah yang menurun, terutama pada daerah pesisir pantai yang memerlukan air bersih dalam jumlah banyak. Kondisi tesebut membuat masyarakat sekitar mencari air bersih yang banyak, sehingga mengakibatkan permukaan tanah pada pesisir menjadi turun dan meningkatkan risiko intrusi air laut ke daratan.
4 Kondisi Topografi
Keadaan topografi yang menjadi penyebab banjir rob adalah topografi dengan permukaan tanah berada rendah atau di bawah permukaan air laut. Fenomena alam ini memberikan dampak pada air laut yang dengan mudah mengalir di permukaan daratan dan mengakibatkan rob.
5. Alih Fungsi Rawa dan Sawah
Tanah yang digunakan untuk rawa atau sawah dan sebagainya jika diubah fungsinya menjadi pemukiman, maupun lahan yang dapat menghadang peresapan air ke tanah. Dalam waktu yang cepat akan mudah berakibat banjir terjadi, bahkan sering juga banjir rob.
6. Penyumbatan Sampah di Daerah Rawa
Dampak membuang sampah di sungai lama-kelamaan akan mengakibatkan timbunan sampah pada dasar sungai dan terjadi pendangkalan pada sungai. Sungai yang dangkal akan mengakibatkan debit air berkurang, sehingga saat terjadi kenaikan air laut kemudian air laut mengisi sungai sekitar. Namun, sungai tidak akan cukup untuk menampung dan berdampak pada luapan air yang mengaliri sekitar sungai.
7. Bantaran Sungai Yang Sempit
Sungai dapat mengalami pengurangan volume air sehingga berdampak peluapan air ke daratan yang dapat berdampak pada peningkatan banjir rob
8. Kekurangan Pada Drainase
Drainase merupakan sistem penyerapan air pada tanah, apabila sistem terganggu maka penyerapan air di tanah pun akan terganggu. Serapan air yang kurang efektif berakibat dengan mudahnya banjir melanda sebuah kawasan, baik banjir akibat hujan maupun banjir rob.
Dampak Banjir Rob
1. Kerugian material
2. Kerusakan bangunan
3. Membawa sumber penyakit
4. Lalu lintas dan mobilitas terganggu
5. Kelangkaan air bersih
Cara Mengatasi Banjir Rob
1. Menerapkan pengumpulan air hujan pada daerah atas, membuat pompa di daerah bawah dan menciptakan bendungan untuk air laut yang menuju daratan.
2. Penerapan konsep water front city dengan menjadikan air sebagai aspek penting bagi kehidupan masyarakat.
3. Penerapan konsep tidal gate dengan membuat pintu pasang surut dan pintu air pada muara untuk menahan air laut yang menuju sungai dalam jumlah besar.
4. Penerapan konsep polder dengan pembuatan kolam kecil untuk menampung air dari banjir rob. Polder ditata dengan baik dan diterapkan secara teratur untuk menjadi penyerapan bagi kota.
5. Menjaga kelestarian hutan mangrove dan menanam pohon bakau di kawasan yang telah rusak.
Permasalahan banjir rob merupakan permasalahan serius yang dihadapi beberapa wilayah pesisir di Indonesia seperti pesisir utara Pulau Jawa, pesisir timur Sumatera Utara, pesisir pantai Kalimantan Barat dan Selatan.
"Potensi banjir rob diprediksi berlangsung dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah. Kondisi itu secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," demikian keterangan BMKG, dikutip dari akun Twitter resmi @InfoHumasBMKG, Senin (30/5/2022).