Sukabumi.suara.com – Ada sejumlah tersangka lain yang berperan sebagai kaki tangan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Hendra Kurniawan yang disebut bertugas mengantar jenazah Yosua ke kampung halaman.
Masih dalam persidangan yang berlangsung pada Selasa (2/11/2022), giliran pihak keluarga lain dari Brigadir J yang memberikan keterangan mengenai perilaku tak menyenangkan dari Hendra Kuniawan dan gerombolannya saat mendatangi kediaman mereka.
Hal tersebut diceritakan oleh Yuni Artika Hutabarat, yani kakak dari Brigadir J. Menurut keterangan Yuni, pada hari di mana Brigadir J dimakamkan tepatnya selepas magrib, Hendra Kurniawan dan gerombolannya tiba-tiba datang ke rumah dengan perlakuan yang tidak layak.
“Ada anggota polisi yang masuk, langsung masuk buka pintu, sampai keluarga menjerit ini kenapa," jelas Yuni.
Yuni juga menyebut jika kejadian tersebut membuat mereka ketakutan pada waktu itu.
"Kami ketakutan, kami diperlakukan kayak seorang teroris!" tambah Yuni lagi.
Masih dalam kesempatan yang sama, adik Brigadir J yang lain yakni Devianita bahkan mengungkap jika Hendra cs masuk ke dalam rumah dengan tidak sopan dan seenaknya.
“Pak Hendra dan teman-temannya datang tanpa permisi, masuk, pakai sepatu, langsung memisahkan antara keluarga inti sama keluarga besar” Jelas Devi lebih jauh.
Diungkapkan bahwa kedatangan Hendra saat itu rupanya untuk menyampaikan narasi yang kemudian diketahui merupakan rekayasa, mengenai baku tembak-menembak antara Brigadir J dan Bharada E yang menyebabkan nyawa Brigadir J melayang.
Baca Juga: Amarah Ibu Brigadir J ke Ferdy Sambo di Persidangan: Bertobatlah Pak!
Saat itu pula, Hendra sebenarnya melarang keluarga untuk merekam atau memvideokan kedatangan mereka. Namun untungnya salah satu anggota keluarga tetap dengan berani memvideokan kejadian tersebut.
“Kakak Rohani tetap dengan kokoh memvideokan, jadi bukti-bukti ada di kami. Jadi saya bilang inilah aparat kepolisian berpendidikan tinggi tapi moralnya tak ada!" ujar Devi lagi.