Sukabumi.suara.com – Dalam gelaran KTT G20 kemarin, para tamu dan delegasi banyak yang mengenakan batik pada sesi jamuan makan malam yang berlangsung di GWK Cultural Park Bali. Mencuri perhatian, rupanya ada salah seorang YouTuber luar yang menghina batik yang dikenakan oleh para delegasi.
Di saat banyak warga Indonesia yang merasa bangga karena batik digunakan para tokoh terkenal dunia, seorang YouTuber pria bernama Mahyar Tousi melalui akun twitternya @MahyarTousi, justru menghina hal tersebut.
Dalam cuitannya, ia mempertanyakan soal pakaian yang digunakan oleh para pemimpin sejumlah negara saat sedang berbincang.
“what on earth are these idiots wearing? (apa yang dikenakan para idiot ini?)” tulisnya, pada Rabu (16/11/2022).
Tak butuh waktu lama, cuitan tersebut langsung mengundang amarah netizen Indonesia yang otomatis langsung balas menyerang dan menghujatnya. Sontak saja, pria tersebut langsung menghapus cuitan yang dimaksud, namun ada beberapa pihak yang sempat men-screenshoot cuitan tersebut.
Max Walden, seorang jurnalis media luar jadi salah satu pihak yang menyoroti hal ini.
“Far-right British grifter deletes tweet after being smashed for insulting endek/batik. The Indonesian internet remains undefeated (Grifter sayap kanan Inggris menghapus tweetnya setelah diserbu karena menghina endek/batik. Masyarakat internet Indonesia tetap tak terkalahkan” ujarnya.
Diunggah ulang oleh akun @opiniid, di kolom komentar masih banyak warganet yang menumpahkan kekesalannya atas aksi YouTuber yang dimaksud.
“Jangan lupa report dengan pilih ujaran kebencian ya guys” tulis @hurairah***
“Cari gara-gara sama netizen Indo. Kalau urusan gini netizen +62 langsung bersatu buat "silahturahmi"” ujar @ardhie***
“Kalau ngehujat kaya gini sih halal soalnya dia yang gak respect duluan.” tulis @biss***
Di sisi lain, sang YouTube Mahyar Tousi terakhir nampak menuliskan pembelaan dan permintaan maaf di akun twitternya.
“saya mohon maaf atas pelanggaran yang tidak disengaja yang disebabkan oleh tweet yang bercanda tentang pemimpin G20 yang mengenakan pakaian adat Indonesia. Kami di Inggris membuat lelucon tentang Sunak & Trudeau (pemimpin G20) yang memakainya (batik) dan tidak memiliki niat buruk dan tidak mengetahui budayanya (batik)” tulisnya.