sukabumi

Dibantu 3 Orang, Nelayan Asal Ujung Genteng Pamer Ikan Berbobot 100 Kg

Sukabumi Suara.Com
Selasa, 06 Desember 2022 | 11:02 WIB
Dibantu 3 Orang, Nelayan Asal Ujung Genteng Pamer Ikan Berbobot 100 Kg
Ilustrasi ikan hasil tangkapan nelayan (istockphoto)

Sukabumi.suara.com - Pada Senin (5/12/2022) seorang nelayan di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi sedang mendapatkan keberuntungan, karena pelayan tersebut berhasil menangkap ikan kerapu dengan bobot mencapai 100,5 kilogram.

Ikan kerapu tersebut berhasil ditangkap di wilayah perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Diketahui bahwa sang nelayan mendapatkan ikan tersebut dengan cara tradisional, yaitu dengan metode rawe. 

Metode rawe sendiri umumnya sangat banyak digunakan oleh para nelayan. Metode rawe sendiri sudah digunakan sejak jaman dahulu, dilakukan dengan menggunakan bantuan senar panjang yang akan diberi beberapa kail. Teknik rawe sendiri diketahui bisa mendatangkan ikan-ikan besar. 

Ikan kerapu yang berhasil ditangkap oleh nelayan Ujung Genteng dengan bobot mencapai lebih dari 100 kg [sukabumiupdate.com]
Ikan kerapu yang berhasil ditangkap oleh nelayan Ujung Genteng dengan bobot mencapai lebih dari 100 kg (sumber: sukabumiupdate.com)

Berdasarkan video yang beredar di sosial media untuk mengangkut ikan kerapu dengan bobot lebih dari 1 kuintal tersebut harus dibantu dengan 3 orang. 3 orang tersebut juga terlihat berjalan sempoyongan karena bobot ikan dan tubuh ikan yang besar. 

Menurut Ketua Rukun Nelayan Ujung genteng Asep Jeka, ikan dengan bobot ratusan kilogram tersebut merupakan ikan kerapu, atau nelayan sekitar Ujung Genteng biasa menyebutnya dengan ikan balong bebek. 

 “Ini termasuk ikan dengan bobot 100 kilogram lebih yang didapat oleh nelayan. Ikan jenis ini, harganya per kilogram Rp 35 ribu," ucap Asep dikutip dari sukabumiupdate.com-jaringan suara.com.

Hal ini bukan kali pertama seorang nelayan mendapatkan ikan dengan bobot besar tersebut. Karena pada sebelumnya juga ada kejadian serupa dengan ikan yang serupa dengan bobot yang hampir sama. 

“Ikan ini biasanya berada di bebatuan karang, jadi nelayan pasang pancing di pinggir perairan," terang Asep.

Sumber: sukabumiupdate.com 

Baca Juga: Hanjeli Didorong Jadi Alternatif Pengganti Beras

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI