Pergerakan Lempeng Indo-Australia Jadi Penyebab Gempa Sukabumi, Belasan Bangunan Dilaporkan Rusak

Sukabumi

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:30 WIB
Pergerakan Lempeng Indo-Australia Jadi Penyebab Gempa Sukabumi, Belasan Bangunan Dilaporkan Rusak
Gempa Sukaumi yang disebabkan oleh pergerakan lempang Indo-Australia, belasan rumah di Kabupaten Sukabumi rusak (Kolase Foto: Twitter @infoBMKG & Antara/Aditya Rohman)

Sukabumi.suara.comGempa bumi yang terjadi pada Kamis (8/12/2022) kemarin memiliki kekuatan magnitudo 5,8 dengan pusat gempa berada di Sukabumi, Jawa Barat dengan kedalaman 122 kilometer. Gempa tersebut disebabkan oleh adanya pergerakan dari patahan batuan yang ada di lempeng Indo-Australia. 

Dilansir dari ANTARA, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono membenarkan mengenai gempa yang berpusat di Sukabumi tersebut. Ia juga menyebutkan jika gempa tersebut diakibatkan oleh bergesernya patahan pada lempeng Indo-Australia.
 
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa Benioff," terang Daryono, dikutip dari ANTARA.

Selain itu, gempa dengan kekuatan mag. 5,8 tersebut merusak belasan bangunan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi hingga Kamis (8/12) sore, sekitar pukul 16.00 WIB telah mencatat sebanyak 16 bangunan yang terdampak. 

Kerusakan 16 bangunan tersebut di konfirmasi oleh Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi yaitu Daeng Sutisna. 16 bangunan yang rusak 14 diantaranya merupakan rumah miliki warga dan dua lainnya merupakan ruang kelas sekolah.

"Dari 15 unit bangunan yang rusak tersebut 14 unit merupakan rumah warga dan dua unit lainnya merupakan ruang kelas dari dua sekolah berbeda," ucap Daeng.

Rincian mengenai bangunan yang rusak yaitu:

-    7 rumah rusak ringan,

-    7 rumah rusak sedang,

-    Bangunan SD di Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi rusak sedang, dan

baca juga

-    Bangunan MTS di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi rusak ringan. 

Kerusakan bangunan akibat bencana alam tersebut diketahui menyebar di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, diantaranya: 

1.    Kecamatan Nagrak,

2.    Kecamatan Ciambar,

3.    Kecamatan Parungkuda,

4.    Kecamatan Parakansalak, 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG: Ada 295 Patahan Aktif di Indonesia, Patahan Cugenang Selama Ini Tak Terdeteksi

BMKG: Ada 295 Patahan Aktif di Indonesia, Patahan Cugenang Selama Ini Tak Terdeteksi

Jabar | Kamis, 08 Desember 2022 | 21:29 WIB

SDN Sukamaju 1 Roboh Akibat Gempa Cianjur, Jokowi Minta PUPR Bangun Ulang dalam Tiga Bulan

SDN Sukamaju 1 Roboh Akibat Gempa Cianjur, Jokowi Minta PUPR Bangun Ulang dalam Tiga Bulan

News | Kamis, 08 Desember 2022 | 15:39 WIB

Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sukabumi Berkekuatan Magnitudo 5.8

Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sukabumi Berkekuatan Magnitudo 5.8

Jabar | Kamis, 08 Desember 2022 | 13:12 WIB

Terkini

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Takhta Dunia di Ujung Era: Spanyol atau Argentina yang Menulis Sejarah?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:45 WIB

MMA Marketing Talk 2026 Soroti Peran AI dan Kepercayaan Konsumen Dalam Pertumbuhan Bisnis

MMA Marketing Talk 2026 Soroti Peran AI dan Kepercayaan Konsumen Dalam Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:41 WIB

Dekorasi Rumah Pembawa Hoki untuk 12 Shio Menurut Feng Shui, Energi Positif Makin Mengalir

Dekorasi Rumah Pembawa Hoki untuk 12 Shio Menurut Feng Shui, Energi Positif Makin Mengalir

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:40 WIB

FIFA Tuai Kontroversi Lagi, Final Piala Dunia 2026 Bakal Punya Halftime Show?

FIFA Tuai Kontroversi Lagi, Final Piala Dunia 2026 Bakal Punya Halftime Show?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:31 WIB

Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai

Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:30 WIB

Harta Rp73 Miliar Menteri PU Dody Hanggodo, Koleksi Mobil Mewah dan Polemik Mutasi ASN

Harta Rp73 Miliar Menteri PU Dody Hanggodo, Koleksi Mobil Mewah dan Polemik Mutasi ASN

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:29 WIB

5 Sunscreen Merek Lokal untuk Kulit Sensitif, Cegah Iritasi dan Kulit Kemerahan

5 Sunscreen Merek Lokal untuk Kulit Sensitif, Cegah Iritasi dan Kulit Kemerahan

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:28 WIB

Peringatan! Cadangan Minyak Dunia Menipis saat AS - Iran Perang Lagi

Peringatan! Cadangan Minyak Dunia Menipis saat AS - Iran Perang Lagi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:27 WIB

Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi

Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:27 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:25 WIB

×