Sukabumi.suara.com - KDRT yang menimpa Venna Melinda akibat perlakuan Ferry Irawan kini menjadi perbincangan publik. Publik dibuat tak menyangka lantaran selama ini Venna Melinda kerap mengunggah konten kemesraan bersama dengan sang suami.
Viralnya berita mengenai ini, membuat video lama mereka kembali mencuat ke publik. Salah satunya video lama saat Venna Melinda dan Ferry Irawan hadir menjadi bintang tamu dalam salah satu podcast yang dipandu oleh Zoya Amirin mengenai kehidupan ranjang pasangan suami istri.
Dalam kesempatan tersebut, Venna Melinda dan Ferry Irawan mengupas secara gamblang hubungan suami istri yang mereka lakukan selama ini.
Mulanya ia mengungkap mengenai frekuensi hubungan seksualnya dengan Ferry Irawan yang bisa terjadi setiap hari bahkan sehari dua kali.
"Sampai detik ini tuh bisa sehari dua kali. Bisa setiap hari. Itu aku surprise banget. Aku tuh udah usia 50 yang aku pikir saat aku menikah pertama kali tuh nggak kayak gini vitalitas aku untuk ngladenin dia gitu. Yang kayaknya nggak mungkin deh terjadi setiap hari," ujar Venna Melinda.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa Ferry Irawan tidak bisa dikendalikan apabila keinginannya untuk berhubungan seksual tidak dituruti.
"Dan dia lucunya kalau aku nggak ready gitu ya. Misalkan nunda gitu. Widih ngamuknya ya allah. Bener-bener ngamuk sejadi-jadinya. Kayak anak kecil kalau nggak dapet permen gimana," imbuhnya lagi.
Lantas ia membandingkan durasi hubungan seksnya terdahuli dengan Ivan Fadilla dan kini dengan Ferry Irawan yang mencapai hingga satu jam lamanya.
"Di pernikahan aku yang pertama let say mungkin 15 menit. Ini yang bener-bener kayak 1 jam non stop," imbuhnya lagi.
Baca Juga: Biodata dan Profil Revaldo, Aktor yang Ditangkap karena Narkoba untuk Ketiga Kalinya
Mengutip laman alodokter, seseorang dikatakan hyperseks apabila salah satunya memiliki ciri perilaku seksual yang sulit dikendalikan.
Seperti diketahui, menurut keterangan dri Hotman Paris selaku pengacara dari Venna Melinda, motif Ferry Irawan melakukan KDRT lantaran permintaannya untuk melakukan hubungan seksual tidak dituruti.